Liputan6.com, Jakarta - Bila Anda mendengar judul Ayah Mau Cerita tanpa membaca sinopsis atau menonton trailer, mungkin yang langsung terbayang adalah film bertema keluarga. Cerita mungkin tak jauh tentang dinamika hubungan ayah dan anak, yang bikin hati hangat atau mungkin sedikit mellow.
Tak sepenuhnya salah, tapi film garapan sutradara Danial Rifki tersebut, punya vibes keseluruhan yang jauh dari itu.
Film dibuka dengan seorang pria dengan nama bak keluar dari buku pelajaran budi pekerti: Andi Budiman (Vino G Bastian). Dan memang, ia dikenal sebagai sosok berbudi dan tak segan menolong orang yang membutuhkan bantuannya. Meski dengan begitu ia mesti berhadapan dan menjadi musuh seorang polisi korup di daerahnya, Gatot (Rizky Hanggono).
Kondisi ekonomi Andi tak istimewa, apalagi sebagai seorang pengusaha layar tancap, ia hanya mengandalkan pesanan dari warga yang menggelar kenduri dan ingin acaranya dimeriahkan dengan pemutaran film.
Andi hidup di kota kecil di Jawa Tengah bersama istrinya (Niken Anjani) dan kedua putrinya, Aisha (Ziva Magnolya) yang beranjak remaja, dan si bungsu Dita (Queen Lubis). Hidup keluarga ini memang sederhana, tapi dilingkupi dengan kehangatan.
Sampai akhirnya muncul sosok remaja tanggung bernama Indra Wiguna (Faris Fadjar Wiguna).

Berawal dari sebuah pentas seni pelajar di Yogyakarta, paras cantik Aisha langsung memikat Indra. Hanya saja, begitu pendekatannya ditolak, Indra mengambil langkah tak terpuji. Begitu acara selesai, ia menyusul Aisha ke rumahnya, dan melakukan pengancaman disertai pelecehan.
Ketakutan, Aisha meminta sang ibu menemaninya saat Indra menuntut untuk bertemu. Bukannya mundur, Indra justru makin liar. Nahas, kecelakaan dalan konfrontasi ini membuat Indra meregang nyawa, kemudian dikubur di lubang pembuatan kompos di halaman.
Andi Budiman, akhinya mengetahui insiden mematikan yang terjadi di rumahnya. Tanpa ragu Andi langsung menyusun rencana untuk melindungi keluarganya. Masalah kian besar, karena Indra bukanlah anak dari keluarga biasa. Ia adalah putra semata wayang Kapolres Iriana (Marsha Timothy), yang langsung mengadakan penyelidikan mencari anaknya yang hilang.
“Selama Ayah masih hidup, Ayah enggak akan membiarkan keluarga ini menderita, Nak,” begitu ikrar Andi Budiman di depan Aisha.

Ayah Aku Mau Cerita sejatinya adalah adaptasi film India bertajuk Drishyam yang rilis lebih dari satu dekade silam. Di negaranya, film ini rilis dalam versi bahasa Malalayam (2013) dengan sutradara Jeethu Joseph, kemudian dibuat versi berbahasa Hindi yang dibintangi Ajay Devgan (2015).
Garis besar plot Ayah Aku Mau Cerita secara keseluruhan masih setia dengan film versi India. Mungkin plotnya tak lagi menjadi kejutan bagi mereka yang pernah menonton versi Bollywood-nya.
Namun untuk yang baru pertama kali menyaksikannya, plot dalam film ini terasa segar dan mengasyikkan. Terasa betul suspens dalam perang urat syaraf antara Andi, lulusan kelas 4 SD pecinta film, dengan Iriana pejabat kepolisian berinsting tajam. Ini masih ditambah dengan twist-twist tajam yang ditebar sepanjang alur hingga akhir film, membuat kelokan cerita mengagetkan di waktu tak terduga.
Hal ini memang terbantu betul dengan materi aslinya yang memang cerdas. Alurnya tak menggunakan formula whodunit yang mencari siapa pelaku, tapi justru bagaimana pelaku menyelamatkan diri. Selain itu, materi aslinya juga piawai menyelipkan sindiran. Mulai soal polisi korup, hingga Indra yang (maaf) kelakuannya seperti sampah dan akhirnya ditimbun di lubang kompos.
Tenang, meskipun elemen kunci dalam film ini serupa dengan materi aslinya, ada banyak pengembangan lain dalam film ini yang menyertakan unsur lokal. Dari latar, kritik sosial, hingga aneka Easter Eggs yang jadi kejutan.
Hal lain yang membuat film ini menarik, adalah jajaran cast yang terbilang sukses mengemban peran masing-masing. Rizky Hanggono misalnya, terasa bikin geregetan betulan lewat perannya sebagai polisi yang petantang-petenteng dengan jabatannya. Juga si kecil Queen Lubis, yang lancar betul mengeksekusi adegan bagiannya--termasuk satu kalimat pendek yang bikin satu studio pecah.
Namun Vino jelas punya porsi paling besar, mengingat perannya yang sentral. Sang aktor memang sudah sering sekali memerankan karakter seorang ayah. Namun bisa dibilang, Andi Budiman adalah salah satu karakter ayah paling beda yang pernah ia perankan.
Andi Budiman adalah sosok penyayang? Pastinya. Mengerikan? Itu juga.
Bayangkan, orang macam apa yang tetap tenang, berbohong sambil menebar senyum, menyusun strategi, bahkan tak menampilkan rasa bersalah, setelah mengetahui ada jenazah yang dicari-cari orang tuanya di halaman rumahnya. Andi Budiman persis penggambaran orang dengan ciri psikopat. Coba saja cek di buku psikologi.
Aneka keunikan Ayah Mau Cerita, membuat film ini rasanya sayang bila dilewatkan begitu saja. Tak perlu pula terlalu cepat gentar dengan durasi 167 menit. Lagi pula, kapan lagi nonton film kriminal tapi berharap kasusnya tak terpecahkan?