TRIBUNNEWS.COM - Selebgram Tasyi Athasyia kembali menjadi sorotan setelah sukses membuat kue bolu dengan ukuran lebih dari satu meter.
Aksi itu dilakukan oleh selebgram dengan nama lain Luly Attasiya ini untuk memperingati HUT RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus lalu.
Tak tanggung-tanggung saudara kembar beauty vlogger Tasya Farasya ini membuat kue berukuran raksasa lengkap dengan corak motif nusantara yang ia kerjakan selama 55 jam.
Berkat usahanya itu, Tasyi pun mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
MURI sendiri merupakan lembaga dan museum yang mencatat serta memberikan penghargaan atas berbagai rekor superlatif karya anak bangsa sejak 27 Januari 1990.
MURI berfungsi sebagai pencatat sejarah prestasi Indonesia sekaligus sarana kebanggaan nasional.
"Menyambut 17 Agustus, Tasyi Athasyia menghadirkan 'Indonesian Batik Heritage Cake', kue bolu bermotif batik berukuran 3,78 meter x 1,55 meter dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-81."
"Dihiasi seni kuas buttercream dan edible art, kue ini memadukan beragam motif kain tradisional Nusantara dalam satu karya yang dapat disajikan hingga 1.000 porsi," tulis MURI melalui unggahan Instagram resminya, dikutip Kamis (20/8/2026).
Setelah menerima penghargaan itu, Tasyi pun mengucapkan rasa terima kasihnya pada pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan untuk dirinya.
"TERIMAKASIH BUAT SEMUA YANG SELALU SUPPORT AKU, yang terus bikin aku semangat untuk berkarya, ini untuk semua ibu-ibu yang ada di rumah, untuk indonesia , we can do it. REKOR DUNIA KUE TERBESAR BERMOTIF BATIK @muri_org," tulis Tasyi dalam keterangan unggahannya, dikutip Kamis.
Aksi Tasyi itu pun juga mendapatkan pujian dari ibundanya, pengusaha Ala Alatas.
Baca juga: Rayakan HUT RI dengan Cara Unik, Jennifer Bachdim Lari 17 Km, Tasyi Athasyia Buat Kue Batik Raksasa
"Luarrrr biasa aaaaaaaa proud of you," tulis Ala.
Tasyi Athasyia justru membuat gebrakan baru yang berbeda untuk memeriahkan HUT RI ke-81.
Selebgram yang kerap membagikan konten-konten memasak di sosial media pribadinya ini pun merayakan HUT RI dengan membuat kue bolu berukuran besar.
Ibu empat anak ini bahkan mengklaim kue yang dibuatnya dalam rangka memperingati HUT RI ini bolu terbesar di dunia.
"Untuk merayakan kemerdekaan Indonesia, temenin aku bikin bolu batik terbesar di dunia," ucap Tasyi Athasyia dalam video unggahannya, dikutip Senin (17/8/2026).
Tak tanggung-tanggung, mantan penyanyi dengan genre musik jazz dan RnB ini pun menghabiskan waktu lebih dari 55 jam untuk membuat kue bolu dengan motif batik khas nusantara ini.
"Berbagai macam motif batik yang dibuat langsung dengan tangan, memakan waktu 55 jam," sambungnya lagi.
Tak hanya itu, Tasyi pun juga menghabiskan dana sekitar Rp30 juta untuk membuat kue khusus untuk perayaan HUT RI ke-81 ini.
"Modal lebih dari 35 juta," tambahnya.
Rencananya setelah kue bolu terbesar di dunia ini jadi, Tasyi akan kepada ribuan orang.
"Semua bolu ini akan kita bagi-bagiin ke ribuan orang," ungkapnya.
Istri Syech Zaki ini pun mengungkap proses pembuatan bolu tersebut yang panjangnya mencapai satu meter.
"Oke kita mulai, ini di hari pertama aku tuh fokus untuk bikin base bolu browniesnya. Karena di bagian bawah dari bolu batik kukusnya, kita tuh bakal kasih brownies yang super pajin ini tuh kita bikin 12 loyang guys, dan masing-masing loyangnya tuh panjangnya 1 meter Setelah dikukus semua kita wrap dan taruh di freezer."
"Lanjut hari kedua, hari ini kita bakal fokus menyelesaikan bolu batiknya Ini udah bikin adonannya dulu dan total ada 12 loyang Jadi setiap harinya aku bakal bikin 4 loyang dan warnanya disesuaikan dengan kebutuhannya Ini adonannya sudah kita siapkan di plastik wrap," kata Tasyi.
Lebih lanjut Tasyi menerangkan soal salah satu motif batik yang dilukisnya di atas kue dengan lebar satu meter ini.
"Nah, pertama nih kita mau bikin namanya batik buketan. Ini salah satu motif batik favorit aku. Batik buketan tuh asal dari Pekalongan Jawa Tengah. Batik ini memiliki khas motif bunga yang sangat indah. Kata buketan ini tuh diambil dari kalimat buket di bahasa Belanda, melembangkan keindahan, kebahagiaan, dan juga harapan. Aku berhasil hari ini menyelesaikan 4 loyang."
"Lanjut ini di hari kedua, kita mengerjakan namanya Batik Tumpal Pucuk Rebung. Ini tuh asal dari Betawi. Motifnya segitiga runcing yang menyerupai dengan tunas bambu atau rebung. Terinspirasi dari pohon bambu yang akar yang kuat dan batangnya tidak mudah rebah dengan angin kencang. Motif ini mengambangkan ketahanan hidup, pertumbuhan positif, dan keseimbangan antar manusia," tutup Tasyi Athasyia.
(Tribunnews.com/Gabriella)