Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Perjuangan Nadine Permata Vanza, siswi SMAN 2 Kota Bengkulu, hingga terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 ternyata tidak diraih dengan mudah.
Nadine harus memulai latihan dari nol karena sebelumnya tidak pernah mengikuti kegiatan Paskibra saat duduk di bangku SMP.
Hal tersebut diungkapkan Ghinaa, pelatih Paskibraka Nadine di SMAN 2 Kota Bengkulu.
Menurut Ghinaa, Nadine mulai mengikuti Paskibra sejak duduk di kelas 10 SMA. Sejak awal bergabung, Nadine langsung mendapatkan pembinaan mengenai Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dasar.
“Jadi Nadine itu masuk dari kelas 10. Waktu SMP dia belum pernah mengikuti Paskibra. Jadi, dia baru mengikuti Paskibra ketika SMA dan mulai dari nol. Kami ajarkan PBB dasarnya,” ujar Ghinaa saat diwawancarai TribunBengkulu di SMAN 2 Kota Bengkulu, Kamis (20/8/2026).
Selama hampir satu tahun mengikuti latihan, Nadine menunjukkan semangat dan kedisiplinan yang tinggi.
Ia bahkan telah mengikuti sejumlah perlombaan bersama tim Paskibra SMAN 2 Kota Bengkulu.
Ghinaa mengatakan, Nadine mendapatkan latihan tambahan karena harus mengejar kemampuan teman-temannya yang sebagian sudah memiliki pengalaman Paskibra sejak SMP.
Ketika anggota lainnya sudah melanjutkan materi latihan, Nadine terkadang mendapatkan latihan tambahan bersama pelatih.
“Kalau teman-temannya sudah melakukan buka-tutup barisan, Nadine terkadang kami minta tetap di sini untuk latihan tambahan. Teman-temannya latihan dengan pelatih lain, sedangkan Nadine bersama saya,” jelasnya.
Meski mendapatkan porsi latihan lebih banyak, Nadine disebut tidak pernah mengeluh. Ia justru menunjukkan semangat untuk terus meningkatkan kemampuannya.
Dari sisi kedisiplinan, Ghinaa juga menilai Nadine sebagai sosok yang sangat konsisten.
Selama mengikuti latihan, terutama menjelang perlombaan yang dilakukan hampir setiap hari, Nadine disebut tidak pernah absen.
“Dia tidak pernah izin. Selama kami latihan, apalagi kalau mau lomba dan hampir setiap hari latihan, dia selalu mengikuti latihan,” katanya.
Selain menjadi anggota Paskibra, Nadine juga dipercaya sebagai ketua putri dalam pasukan Paskibra SMAN 2 Kota Bengkulu.
Ghinaa mengaku bangga melihat perkembangan Nadine. Menurutnya, sejak awal pihak pelatih sudah melihat potensi besar yang dimiliki siswinya tersebut.
“Kami sebenarnya sangat yakin sama dia. Dari segi kemampuan dan tekadnya, kami yakin dia pasti bisa sampai tingkat nasional,” ungkap Ghinaa.
Kini keyakinan tersebut terbukti. Nadine berhasil menjadi salah satu perwakilan Provinsi Bengkulu dalam Paskibraka Nasional 2026.
Nadine tergabung dalam Pasukan 17 dan berada di posisi saf keempat sebelah kiri. Ia juga mendapat tugas dalam pengibaran bendera pada upacara yang digelar di Jakarta.
Bagi Ghinaa, keberhasilan Nadine menjadi Paskibraka Nasional bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi sekolah, pelatih, keluarga, serta Provinsi Bengkulu.
“Pastinya kami bangga karena dia sudah berhasil menjadi Paskibraka Nasional. Dia juga membawa nama Provinsi Bengkulu,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Ghinaa, Nadine dijadwalkan kembali ke Bengkulu pada Sabtu.
Namun, hingga kini waktu kepulangan Nadine masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
“Nadine kemarin mengabari katanya pulangnya hari Sabtu. Kalau untuk jamnya, dari pusat belum pasti. Nanti dia akan mengabari lagi hari Sabtu,” pungkas Ghinaa.
Sosok Nadine di Lingkungan Sekolah
Sosok Nadine ternyata bukan sosok yang baru dikenal Raffa ketika duduk di bangku SMA.
Raffa, teman sekolah Nadine yang juga merupakan Paskibraka Kota Bengkulu 2026, mengaku telah mengenal Nadine sejak mereka masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Keduanya kemudian kembali bertemu di jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga akhirnya kembali satu sekolah saat SMA.
Pertemuan mereka di SMA semakin dekat karena sama-sama mengikuti kegiatan Paskibra.
Menurut Raffa, Nadine merupakan sosok yang ramah, tegas, dan tidak banyak tingkah ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat mengikuti latihan Paskibra.
“Menurut Raffa pribadi, pastinya Nadine itu orangnya baik. Dia memiliki sikap yang tegas kepada anggota, apalagi ketika sedang latihan,” ujar Raffa.
Raffa mengatakan, ketegasan Nadine terlihat ketika menjalankan latihan Paskibra. Meski tegas kepada anggota, Nadine tetap dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan teman-temannya.
Ia juga menyebut Nadine sebagai sosok yang rendah hati atau humble.
Bagi Raffa, karakter tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak mereka masih kecil.
“Nadine dari kecil memang sudah ramah. Orangnya juga selalu tersenyum,” ungkapnya.
Kedekatan sejak kecil membuat Raffa mengetahui perubahan dan perkembangan Nadine dari waktu ke waktu. Ia melihat Nadine tumbuh menjadi pribadi yang semakin disiplin dan bertanggung jawab, terutama setelah mengikuti kegiatan Paskibra di SMA.
Keduanya juga menjalani latihan Paskibra bersama. Dari kegiatan tersebut, Raffa semakin mengenal karakter Nadine ketika berada dalam lingkungan organisasi dan bersama anggota lainnya.
Kini, Raffa mengaku bangga melihat perjalanan Nadine yang berhasil melangkah hingga ke tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut terasa lebih istimewa karena Nadine merupakan teman yang telah dikenalnya sejak kecil.
“Bangga. Apalagi dia teman dari kecil. Melihat kawan sukses itu rasanya bangga, apalagi sampai ke tingkat nasional,” kata Raffa.
Raffa berharap pencapaian Nadine di tingkat nasional menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi teman-teman mereka di sekolah.
Bagi Raffa, perjalanan Nadine dari seorang teman masa kecil hingga mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional menjadi sesuatu yang membanggakan.
Ia pun turut memberikan dukungan kepada Nadine agar dapat menjalankan seluruh rangkaian tugas dengan baik dan terus mempertahankan sikap disiplin yang selama ini dikenalnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini