Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Forum Masyarakat Ketol (FORMASKET) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Kamis (20/8/2026).
Aksi yang melibatkan sekitar 200 lebih warga Kampung Serempah, Kecamatan Ketol—mulai dari orang dewasa, ibu-ibu, hingga anak-anak—ini berlangsung sejak pukul 10.15 WIB dan masih berlanjut hingga sekarang ini pukul 13.00 WIB.
Massa yang datang aksi ini, mereka yang tinggal di hunian sementara (huntara) Ketol, Aceh Tengah.
Mereka datang ke Gedung Dewan menggunakan sejumlah mobil truk dan kendaraan roda dua.
Kedatangan massa aksi dalam rangka menuntut kepastian mengenai relokasi lahan hunian tetap (huntap) dan pertanyakan penyaluran bantuan jaminan hidup (Jadup) yang belum terealisasi.
Koordinator aksi, Sutrisno, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk segera memberikan kepastian terkait relokasi lahan huntap bagi warga Serempah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Ketol Gelar Aksi di DPRK Aceh Tengah
Menurutnya, masyarakat telah memberikan rekomendasi dua lokasi sebagai calon lahan huntap kepada Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga.
Sutrisno menyesali pernyataan Bupati Haili Yoga, yang sebelumnya sempat bertemu dengan Reje (Kepala Desa) setempat dan menyebut bahwa keluhan masyarakat hanyalah bentuk kecemasan belaka.
"Ini kan masyarakat kecewa. Padahal sesuai data, masyarakat ada mengusulkan relokasi. Kemarin dibilang ada relokasi, sebelumnya tidak ada. Ini kan kita butuh kejelasan,” tegas Sutrisno.
Seperti diketahui, Desa Serempah merupakan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada bulan November 2025 lalu, serta pernah terdampak gempa bumi pada bulan Juli 2013.
Selain masalah huntap, Sutrisno juga menuntut perbaikan akses jalan perkebunan.
Hal ini karena selama 9 bulan sejak bencana, perekonomian masyarakat yang hidup di Huntara lumpuh total.
Dalam aksi tersebut, ia juga mengungkap adanya bantuan yang belum tersalurkan.
Banyak masyarakat serempah yang terdampak bencana 15 warga belum mendapatkan bantuan Jadup, 6 belum dapat bantuan perabot.
Hal senada juga disampaikan Ira, salah seorang peserta aksi.
Menurutnya, Desa Serempah sudah masuk dalam zona merah yang seharusnya tidak lagi dijadikan lokasi pembangunan.
Ia juga menggambarkan kondisi di huntara yang sangat memprihatinkan, terutama saat hujan kerap dilanda banjir.
Warga mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan hak-hak mereka agar bisa segera keluar dari hunian sementara dan menempati tempat tinggal yang lebih layak dan permanen. (*)