Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE – Mobiler (meja, jendela, serta pintu) bekas bongkaran dari proyek revitalisasi di SMA Negeri Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Rabu (19/8/2026) terlihat terbengkalai dan terancam lapok akibat paparan panas matahari dan hujan.
Selain mobiler yang berserakan, material seperti kayu beroti serta seng pada bangunan proyek revitalisasi tersebut juga terlihat mengalami kerusakan.
Kondisi ini menuai sorotan tajam dari pengamat kebijakan publik Aceh yang juga tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Nasrul Zaman.
Bahan bekas pembongkaran sekolah tersebut seharusnya dikumpulkan dan dirawat agar masih bisa dimanfaatkan oleh sekolah lain yang membutuhkan.
"Miris! kita melihat, seharusnya material bekas proyek bongkar revitalisasi itu dikumpulkan karena masih bagus dan bisa diperbaiki. Bila perlu, material yang rusak atau kayu beroti dan mobiler bisa dilelang secara online sehingga uangnya bermanfaat bagi Pemerintah Aceh," ujar Nasrul Zaman kepada TribunGayo.com, Rabu (19/8/2026).
Ia menilai pembiaran tersebut menunjukkan kurangnya rasa simpati Kepala Sekolah terhadap aset negara.
Baca juga: Pemkab Aceh Tenggara Pengadaan 7 Unit Mobil Toyota Rush untuk Camat dan MAA
Ia berharap atas temuan ini bisa menjadi catatan serius bagi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, untuk segera menurunkan tim pemeriksaan revitalisasi proyek sekolah di Aceh Tenggara, serta mengevaluasi kinerja Kepala SMAN Semadam.
Menurutnya, proyek swakelola yang dikelola oleh pihak sekolah ini dinilai perlu direncanakan secara ketat agar sesuai dengan master plan, gambar, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Hasil pantauan langsung TribunGayo.com di loaksi, saat ini, SMAN Semadam sedang melaksanakan proyek revitalisasi senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Sekolah Menegah Atas.
Menanggapi hal ini, Kepala SMA Negeri Semadam Sandra Putra SPd yang dikonfirmasi TribunGayo.com, Kamis (20/8/2026) memberikan penjelasan.
Menurutnya, mobiler bekas bongkaran proyek itu sebagian rusak, tempat penyimpanan memang tidak ada, sebagian disimpan tempat orang lain karena belum ada instruksi lelang. (*)