Sukabumi dan Panjang Paling Sering Krisis Air, BPBD Bandar Lampung Kerahkan 15 Tangki Tiap Hari
taryono August 20, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kecamatan Sukabumi dan Panjang menjadi dua wilayah di Kota Bandar Lampung yang paling sering membutuhkan pasokan air bersih di tengah dampak kekeringan. 

Baca juga: Bendungan Margatiga dan Jabung Kritis, Cadangan Air Lampung Makin Tipis

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung harus rutin mengirimkan armada tangki ke kawasan terdampak.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra mengatakan, kebutuhan air bersih di kedua kecamatan tersebut cukup tinggi dibandingkan wilayah lain yang juga mengalami dampak kekeringan.

"Setiap hari kami maksimalkan 12 sampai 15 mobil tangki, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter," kata Idham.

Dengan belasan armada tersebut, BPBD menyesuaikan pengiriman berdasarkan laporan dan kebutuhan warga di lapangan. Selain Sukabumi dan Panjang, distribusi air bersih juga telah menjangkau Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Rajabasa, dan Telukbetung Timur.

Setiap mobil tangki membawa sekitar 5.000 liter air. Armada yang disiagakan dapat dikerahkan ke lokasi berbeda sesuai hasil pemantauan petugas maupun laporan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air.

Penanganan dilakukan secara berkelanjutan selama kebutuhan warga masih muncul. BPBD juga menyiagakan personel selama 24 jam untuk memastikan laporan terkait kebutuhan air bersih dapat segera ditindaklanjuti.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kota menghadapi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Bandar Lampung. Kondisi musim kemarau membuat sebagian masyarakat mulai mengalami penurunan ketersediaan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski distribusi dilakukan secara intensif, Idham menyebut proses penyaluran sejauh ini berjalan tanpa hambatan berarti. Warga di lokasi terdampak juga dinilai telah mengantisipasi kedatangan armada dengan menyiapkan wadah untuk menampung air.

"Alhamdulillah, untuk pendistribusian sejauh ini tidak ada kendala berarti. Masyarakat juga sudah menyiapkan tempat penampungan air," ujarnya.

BPBD tidak hanya mengandalkan distribusi menggunakan mobil tangki sebagai penanganan sementara. Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air saat kekeringan kembali terjadi.

Idham mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan titik yang memungkinkan dibangun sumur bor baru. Pemetaan tersebut diprioritaskan pada kawasan yang dinilai rentan mengalami kekurangan air bersih.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Pidada dan Kelurahan Way Laga. Kedua wilayah tersebut berada di Kecamatan Panjang dan Sukabumi yang selama ini termasuk kawasan yang paling sering membutuhkan distribusi air.

"Untuk solusi jangka panjang, kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menentukan titik-titik sumur bor, terutama di wilayah yang rentan," kata Idham.

Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi alternatif sumber air bagi masyarakat, sehingga penanganan kekeringan tidak hanya bergantung pada distribusi air menggunakan armada tangki.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.