Undip Tingkatkan Kompetensi Guru Akuntansi SMK Kota Semarang
abduh imanulhaq August 20, 2026 03:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan dalam praktik akuntansi dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Penggunaan aplikasi akuntansi berbasis cloud menjadi salah satu perkembangan yang perlu diikuti oleh dunia pendidikan, termasuk guru akuntansi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Untuk mendukung kesiapan guru menghadapi perkembangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui peningkatan kompetensi guru Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dalam implementasi Accurate Online. 

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Kota Semarang dan diikuti oleh 26 guru.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelatihan dan praktik pada 18–19 Agustus 2026..

Kemudian dilanjutkan dengan tryout CAP pada 20 Agustus 2026 sebagai persiapan menuju Uji Kompetensi CAP yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026. 

260820_undipsmg
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui peningkatan kompetensi guru Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dalam implementasi Accurate Online

Guru Perlu Mengikuti Perkembangan Teknologi Akuntansi 

Perkembangan teknologi akuntansi membuat proses pencatatan dan pengelolaan informasi keuangan semakin terintegrasi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang digunakan dalam dunia kerja. 

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro, Hetika, S. Pd, M.Si., Ak. mengatakan bahwa guru memiliki peran penting dalam memastikan peserta didik memperoleh kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi. 

“Guru akuntansi tidak hanya perlu memahami konsep akuntansi, tetapi juga perlu mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan dalam praktik akuntansi. Dengan demikian, pembelajaran di sekolah dapat lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Hetika. 

Menurutnya, penguasaan teknologi akuntansi oleh guru diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh pengalaman yang lebih sesuai dengan praktik akuntansi saat ini. 

Pelatihan Accurate Online Berbasis Praktik 

Pada 18–19 Agustus 2026, peserta mengikuti pelatihan dan praktik implementasi Accurate Online, aplikasi akuntansi berbasis cloud accounting. 

Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan.

Peserta tidak hanya mempelajari fitur aplikasi, tetapi juga mempraktikkan proses pengelolaan data perusahaan, pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan. 

Materi pelatihan juga dikaitkan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana pencatatan transaksi dalam Accurate Online dapat mendukung penyusunan laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran akuntansi. 

Selain itu, peserta memperoleh penguatan mengenai perpajakan digital, sehingga dapat memahami keterkaitan antara pencatatan transaksi akuntansi dengan informasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan perpajakan. 

“Yang ingin kami bangun bukan hanya kemampuan mengoperasikan aplikasi. Guru perlu memahami alur akuntansinya sehingga ketika Accurate Online digunakan dalam pembelajaran, siswa juga memahami hubungan antara transaksi, proses akuntansi, dan laporan keuangan yang dihasilkan,” jelas Hetika. 

Dilanjutkan Tryout CAP 

Setelah mengikuti pelatihan dan praktik selama dua hari, peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan tryout CAP pada 20 Agustus 2026. 

Tryout tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk mengukur kesiapan sebelum mengikuti tahapan uji kompetensi.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran mengenai kemampuan yang perlu dipersiapkan dan dapat melakukan evaluasi terhadap penguasaan kompetensi yang telah diperoleh selama pelatihan. 

Tahapan berikutnya adalah Uji Kompetensi CAP yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026.

Uji kompetensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan kompetensi peserta setelah memperoleh pembekalan dan pengalaman praktik Accurate Online. 

Dengan demikian, program tidak hanya memberikan pelatihan penggunaan teknologi akuntansi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mempersiapkan dan mengukur kompetensi yang dimilikinya. 

Dari Guru untuk Pembelajaran Siswa 

Pemilihan guru sebagai mitra kegiatan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan kembali dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. 

Pemanfaatan Accurate Online dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi siswa.

Siswa tidak hanya mempelajari proses akuntansi melalui pencatatan manual, tetapi juga dapat mengenal teknologi yang digunakan dalam pengelolaan informasi keuangan. 

Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat memberikan dampak lanjutan terhadap kesiapan siswa menghadapi lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi. 

Selain pelatihan dan penguatan kompetensi, program ini juga diarahkan untuk menghasilkan perangkat pendukung pembelajaran, antara lain modul pelatihan accurate online dan database Accurate Online.  

Mendorong Pembelajaran Akuntansi yang Adaptif 

Kolaborasi antara Universitas Diponegoro dan MGMP AKL SMK Kota Semarang dalam program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi. 

Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

Penguasaan teknologi akuntansi diharapkan dapat membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 

Rangkaian pelatihan, praktik, tryout, dan uji kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih utuh kepada guru dalam mengembangkan kompetensi akuntansi berbasis teknologi. 

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun pendanaan 2026, dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Melalui program tersebut, Universitas Diponegoro berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung pembelajaran akuntansi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. (*) 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.