Persiapan Purnabakti Jadi Pintu Masuk Penguatan Ekosistem Bisnis
Dodi Hasanuddin August 20, 2026 08:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persiapan memasuki masa pensiun tak lagi dipandang sebatas urusan pembiayaan, tetapi mulai diarahkan pada upaya membangun kemandirian dan produktivitas karyawan setelah purnatugas.

Hal itu menjadi salah satu fokus dalam kerja sama antara PT Bank Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup layanan perbankan, pengembangan ekosistem bisnis hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen Noer Fajrieansyah mengatakan, kerja sama tersebut dirancang lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan layanan perbankan perusahaan.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Keamanan, Bank Mandiri Taspen dan BSSN Gelar Seminar Pertahanan Siber

Menurut dia, sinergi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem yang memberikan manfaat bagi karyawan, purnabakti, pelaku usaha hingga masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah karyawan yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki masa pensiun.

Noer menilai, kelompok tersebut membutuhkan persiapan sejak jauh hari agar masa setelah purnatugas tetap dapat diisi dengan kegiatan produktif.

“Jadi yang harus dibentuk adalah sebuah ekosistem. Bank Mandiri Taspen fokus pada Pensiunan dan Senior Citizen ekosistem, baik yang memasuki masa pensiun lima, 10 maupun 20 tahun ke depan,” ujar Noer pada Kamis (20/8/2026).

Noer menjelaskan, pendampingan bagi calon purnabakti tidak berhenti pada penyediaan akses pembiayaan.

Baca juga: Mandiri Taspen Targetkan 100.000 Pengguna Aktif Aplikasi Movin

Program tersebut dapat dikembangkan melalui pembekalan kewirausahaan, pengembangan usaha serta berbagai aktivitas yang berpotensi menciptakan manfaat ekonomi.

Sinergi dengan PT Petrokimia Gresik (Persero), lanjut Noer, juga membuka ruang pengembangan ekosistem usaha yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Peluang tersebut antara lain dapat diarahkan melalui kios nonsubsidi dan kegiatan komersial yang melibatkan pelaku usaha, kelompok senior citizen serta masyarakat.

Noer berharap kesepakatan yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama. 

Dia juga mendorong agar berbagai program yang telah dibahas segera diterjemahkan menjadi kegiatan konkret sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Baca juga: Ikut Pelatihan Wirausaha Bank Mandiri Taspen, Endah Dapat Ilmu Wirausaha dan Omzet Usahanya Naik

Dari sisi PT Petrokimia Gresik (Persero), Direktur Keuangan dan Umum Adityo Wibowo menyebut Bank Mandiri Taspen sebagai salah satu mitra strategis perusahaan dalam memperluas kolaborasi.

Adityo menilai kerja sama tersebut memiliki ruang yang jauh lebih besar dibandingkan hubungan bisnis konvensiona.

Menurutnya, sinergi dapat diarahkan untuk menciptakan nilai tambah secara bersamaan bagi perusahaan, karyawan maupun masyarakat.

“PT Petrokimia Gresik (Persero) merupakan mitra strategis. Tidak hanya membangun hubungan bisnis, tetapi bagaimana menciptakan nilai besar bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat,” kata Adityo.

Dalam lingkup korporasi, kerja sama dapat mencakup layanan transaksional, pengelolaan dana, optimalisasi layanan perbankan hingga pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Namun, perhatian terhadap karyawan juga menjadi bagian penting dari sinergi tersebut. Adityo mengungkapkan, sekitar 90 persen karyawan PT Petrokimia Gresik (Persero) saat ini berusia di bawah 40 tahun.

Dengan struktur usia tersebut, mayoritas karyawan diperkirakan masih memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 tahun sebelum memasuki masa purnabakti.

Baca juga: Usaha Kantin Sempat Jatuh Saat Covid19, Ikut Pelatihan Mandiri Taspen Meningkat Omzetnya

Kendati demikian, perusahaan memilih melakukan persiapan lebih awal agar karyawan tidak baru memikirkan masa depan ketika mendekati usia pensiun.

Persiapan itu diarahkan untuk membangun kemandirian sekaligus menjaga produktivitas karyawan setelah menyelesaikan masa kerja. 

Karena itu, program pembekalan prapensiun dan pengembangan kewirausahaan yang ditawarkan dalam kerja sama tersebut mendapat sambutan positif dari perusahaan.

Tak hanya menyasar persiapan purnabakti, ruang kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan ekosistem bisnis agroindustri.

Salah satu peluang yang dibuka ialah pengembangan paket usaha bagi distributor dan peritel, termasuk skema usaha yang dapat memperkuat rantai pasok sektor agroindustri.

Baca juga: Pensiunan PNS Asal Malang Ikut Pelatihan Wirausaha Mandiri Taspen Jadi Melek Teknologi

Pengembangan tersebut dinilai relevan dengan karakter bisnis PT Petrokimia Gresik (Persero) yang berada di sektor agroindustri.

Ekosistem usaha yang semakin kuat diharapkan mampu mendukung ketersediaan produk sekaligus memberikan peluang nilai tambah bagi distributor, peritel, pelaku usaha lainnya dan masyarakat.

Kolaborasi juga berpotensi diperluas ke bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). 

Program tersebut dapat diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Adityo menegaskan, seluruh peluang kerja sama tersebut perlu segera diterjemahkan ke dalam program yang jelas dan terukur. 

Dengan demikian, MoU yang telah disepakati dapat memberikan dampak yang lebih luas, baik untuk kepentingan korporasi maupun masyarakat.

“Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada kebutuhan perbankan dan persiapan purnatugas, tetapi berkembang menjadi pembangunan ekosistem bisnis yang luas dan memberikan manfaat nyata bagi kedua perusahaan maupun masyarakat,” jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.