Nagita Slavina Kagum Animo Srikandi Merdeka Cup, RANS Buka Peluang Siarkan Liga Putri
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Turnamen sepakbola putri Srikandi Merdeka Cup 2026 terus mendapat perhatian publik.
Berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, 14-21 Agustus 2026, ajang ini menjadi salah satu wadah penting bagi perkembangan sepakbola putri Indonesia.
Srikandi Merdeka Cup 2026 diikuti delapan tim, yakni Timnas Garuda Pertiwi, Putri Nusantara, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Saat ini kompetisi telah memasuki babak semifinal yang mempertemukan Garuda Pertiwi dengan Yordania serta Thailand menghadapi Malaysia pada Jumat (21/8/2026).
Di tengah berlangsungnya turnamen, penyelenggara juga mengumumkan RANS Entertainment sebagai official broadcaster Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kantor I.League, Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Kehadiran RANS diharapkan semakin memperluas jangkauan kompetisi sekaligus mendekatkan sepakbola putri kepada masyarakat.
Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, mengapresiasi dukungan PSSI serta keterlibatan RANS Entertainment sebagai mitra penyiaran.
Tingginya jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan secara digital menjadi salah satu indikator positif terhadap perkembangan sepak bola putri.
“Animo dari masyarakat yang menonton turnamen Srikandi Merdeka Cup ini sangat menggembirakan dan terlihat dari jumlah concurrent viewer dan viewer yang sangat tinggi,” kata Teddy.
Menurutnya, tingginya perhatian publik menjadi angin segar bagi pembinaan sepak bola putri, khususnya kelompok usia muda.
Srikandi Merdeka Cup diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi para pemain putri untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Sementara itu, Exco PSSI Vivin Cahyani menilai keterlibatan Yayasan Bakti Olahraga Djarum melalui kompetisi sepak bola putri turut memberikan dampak besar terhadap pembinaan pemain usia muda di Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir, kompetisi yang digelar mulai dari kelompok usia 8 hingga 16 tahun telah membantu menghimpun data sekitar 50.000 pemain putri yang bermain sepak bola di berbagai daerah.
“Dari kita belum punya data berapa jumlah pemain putri usia grassroots, sekarang kita sudah kumpulkan 50.000 pemain dalam waktu tiga tahun,” terang Vivin.
PSSI juga melihat perkembangan tersebut mulai memberikan dampak terhadap pembentukan tim nasional.
Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki dua lapisan tim nasional putri yang tampil dalam Srikandi Merdeka Cup, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara.
Besarnya antusiasme terhadap turnamen juga dirasakan langsung oleh Nagita Slavina selaku CEO RANS Entertainment.
Keterlibatan sebagai official broadcast partner menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi sepak bola putri untuk mendapatkan panggung di industri hiburan dan digital.
Nagita menyebut tayangan Srikandi Merdeka Cup mendapat respons positif dari penonton.
Salah satu pertandingan bahkan mencatat jumlah penonton hingga sekitar tiga juta views, sementara laga menghadapi Singapura mencapai sekitar 120 ribu penonton.
“Saya merasa betapa luar biasanya wanita-wanita main bola. Saya ikut bangga dan kagum, apalagi bisa dilihat dari hasil tayangan juga luar biasa animonya,” ujar Nagita.
Bagi Nagita, Srikandi Merdeka Cup bukan sekadar kompetisi sepakbola, tetapi juga menjadi panggung bagi perempuan yang memiliki kecintaan terhadap olahraga tersebut.
Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada pemain putri untuk menunjukkan kemampuan, mengejar prestasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Ke depan, RANS Entertainment membuka peluang untuk terlibat lebih jauh dalam kompetisi sepak bola putri, termasuk kemungkinan menjadi broadcaster liga putri Indonesia.
“Untuk liga putri, kita lihat lagi. Ke depannya akan ada lebih banyak lagi di RANS Entertainment. Salah satunya mungkin Liga Putri, jadi mohon doanya semoga lancar,” pungkasnya.