TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 400 Kepala keluarga (KK) di Kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat terdampak kekeringan akibat kemarau.
Mereka kesulitan mendapatkan air bersih, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Dari Sampah Jadi Musik Cara Kreatif UT Majene Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Baca juga: Papan Peringatan Dipasang di Sungai Budong-budong Mateng Usai Siswa SMP Diterkam Buaya
Kemarau panjang membuat sumber air tawar yang selama ini digunakan masyarakat yakni air tadah hujan mulai mengering.
Kondisi tersebut membuat masyarakat bahkan mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan paling mendasar, seperti air untuk memasak terlebih kebutuhan lainnya.
Warga bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepala dusun, dan tokoh masyarakat telah menggelar rapat untuk membahas solusi dari masalah air di balabalakang itu.
Upaya yang direncanakan yakni mengirim tandon air menggunakan kapal perintis yang melayani rute menuju wilayah kepulauan Balabalakang ke Simboro Mamuju.
Mereka berharap bantuan suplai air bersih yang dapat disalurkan ke balabalakang.
Camat Balabalakang, Sunarjo, mengatakan kondisi kekurangan air saat ini telah berdampak terhadap sejumlah wilayah di pulau terluar Mamuju itu.
"Kalau boleh dibilang satu kecamatan terdampak," kata Sunarjo saat diwawancarai tribun-sulbar.com melalui telfon pada Kamis (20/8/2026).
Secara keseluruhan, Sunarjo memperkirakan sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan, Sunarjo mengaku menyaksikan langsung masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.
Bahkan, warga sempat terlibat aksi saling dorong ketika berebut air bersih yang dibawa menggunakan kapal perintis.
Ia khawatir kondisi tersebut dapat semakin memburuk apabila kekeringan berlangsung lebih lama.
Pemerintah Kecamatan Balabalakang telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi atas krisis air tersebut.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, pihak kapal perintis, Damkar, hingga Lanal Mamuju.
Bahkan, sejumlah pihak disebut telah menyatakan kesiapan untuk membantu menyediakan air bersih yang nantinya akan diangkut menggunakan kapal perintis.
Namun, persoalan berikutnya adalah keterbatasan kapasitas kapal perintis dan Kapal tersebut juga tidak setiap saat menuju Balabalakang karena memiliki rute hingga Bontang kalimantan.
Kapal saat ini berada pada rute bontang dan dijadwalkan di Mamuju pada Minggu, baru melanjutkan perjalanan menuju ke wilayah Balabalakang.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap ada upaya dari pemerintah agar kebutuhan air bersih Masyarakat terpenuhi. (*)