Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kebakaran menghanguskan kandang sapi milik warga di Dusun Manju Barat, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (20/8/2026) siang.
Tak hanya itu, dapur milik Mat Yadi alias Pak Su'id (64) juga ikut terbakar.
Dua ekor sapi yang berada di kandang juga mati terpanggang.
Kebakaran diduga bermula saat istri korban, Sumyana (51), membakar sampah di belakang kandang sapi.
Saat itu, aktivitas pembakaran sampah diduga tidak diawasi.
"Pada saat Sumyana sedang membakar sampah di belakang kandang sapi, kemudian saksi masuk ke dalam rumah dan tertidur," Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, Kamis (20/8/2026).
Kemudian, anak korban, Hosniyati (42), tiba-tiba melihat kobaran api yang sudah membesar dari arah kandang sapi milik ayahnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Panik melihat api, Hosniyati langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Baca juga: Gudang Kesenian SMPN Wringin Bondowoso Terbakar, Siswa Panik Lihat Kobaran Api Kian Membesar
Teriakan tersebut sontak mengundang warga untuk datang ke lokasi.
Mereka kemudian berusaha menyelamatkan sapi yang masih berada di dalam kandang sekaligus memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari petugas Pemadam Kebakaran Wilayah Ketapang.
Berkat upaya bersama tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan, sehingga tidak sampai menjalar ke rumah korban.
Meski demikian, kebakaran menyebabkan dua ekor sapi milik Mat Yadi mati terpanggang.
Selain itu, kandang sapi dan satu dapur turut dilalap api.
Baca juga: Asap Tebal Membubung, Rumah yang Ditinggal Penghuninya ke Rumah Sakit di Madiun Dilalap Api
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp45 juta. Untuk korban jiwa nihil," jelas AKP Eko.
Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membakar sesuatu, karena saat ini memasuki musim kemarau," pungkasnya.