Pantas Bikin Geram, 2 Pendaki Nekat Mandi Pakai Sabun di Sungai Qolbu, Padahal Sudah Ditegur
Rita Lismini August 20, 2026 08:52 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Miris, aksi 2 pendaki yang nekat mandi di aliran Sungai Qolbu, Gunung Argopuro bikin publik geram. 

Pasalnya, mereka tetap mandi menggunakan sabun meski sudah ditegur pendaki lain yang berada di lokasi.

Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian diunggah akun Threads @maharga_lih pada 19 Agustus 2026.

Dalam keterangannya, pengunggah menyebut kejadian itu berlangsung pada 15 Agustus 2026 saat dirinya bersama rombongan sedang mendaki Gunung Argopuro.

Video memperlihatkan dua pendaki, cowo-cewe yang masih mengenakan pakaian tengah mandi di aliran air yang berada tidak jauh dari Mata Air Qolbu, dekat Sabana Cikasur.

Keduanya terlihat menggunakan sabun hingga membuat air di sekitar mereka tampak berbusa.

Melihat aksi tersebut, salah seorang pendaki kemudian menegur dan meminta keduanya tidak menggunakan sabun di aliran air.

“Kalau mandi nggak usah pakai sabun, basahin badan aja,” ujar salah seorang pendaki dalam video.

Namun, teguran tersebut tampaknya tidak langsung dihiraukan.

Salah satu pemuda yang sedang mandi justru meminta pendaki tersebut untuk bertemu setelah berada di atas.

“Nanti kita ketemu aja lah di atas,” jawab pemuda tersebut.

Pendaki yang menegur kemudian kembali menjelaskan bahwa dirinya tidak asal melarang.

“Ini juga bukan sotoy-sotoy kita, nanti dulu,” lanjutnya.

Meski sudah beberapa kali ditegur, kedua pemuda tersebut disebut tetap melanjutkan aktivitas mandi menggunakan sabun.

Pendaki yang merekam kejadian itu kemudian mengatakan akan menunjukkan video tersebut kepada pengurus.

“Bilang nggak pakai sabun, tunjukin nih videonya ke pengurus,” ujarnya.

Sudah Ada Larangan Mandi

Dalam keterangannya, pengunggah mengatakan dirinya bersama pendaki lain sebenarnya sudah meminta kedua pemuda tersebut untuk naik dan tidak mandi di lokasi tersebut.

Menurutnya, larangan itu bahkan sudah tertulis di sekitar area.

“Kami udah ingatkan untuk naik dan jangan mandi di sana karena memang udah ada tulisannya, nggak boleh mandi. Apalagi ini mandi pakai sabun,” tulis pengunggah.

Hal yang semakin disayangkan, menurut pengunggah, di bagian ujung aliran air tersebut terdapat dua ekor burung merak yang sedang minum.

“Dan yang lebih parah lagi, mereka pakai sabun. Pakai sabun loh. Padahal di ujung aliran air itu lagi ada burung Merak yang lagi minum,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, penggunaan sabun dinilai tidak hanya menjadi persoalan soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga berpotensi mengganggu lingkungan di sekitar sumber air.

Sabun Bisa Ganggu Ekosistem

Informasi dari Direktorat Jenderal KSDAE melalui BBKSDA Jawa Timur menyebut Sungai Qolbu merupakan salah satu sumber air di kawasan Argopuro yang perlu dijaga.

Penggunaan sabun maupun deterjen di sekitar aliran air dapat mengganggu ekosistem perairan.

Karena itu, aktivitas mandi menggunakan sabun di aliran tersebut menjadi perhatian, terlebih lokasi itu berada di kawasan alam yang juga menjadi habitat satwa.

Warganet Ikut Geram

Video tersebut kemudian ramai mendapat tanggapan warganet.

Sejumlah netizen meminta kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak pengelola agar dapat ditindak dan tidak kembali terjadi.

“Kalau ada bukti video begini lapor aja ke orang balai di pos keluar Bremi, biar sekalian di-blacklist biar ada efek jera gak seenaknya di gunung. Orang-orang begitu kalau diomongin sama kita kadang lebih nyolot,” komentar seorang netizen.

Netizen lainnya menyoroti keberadaan satwa liar yang menggunakan aliran air tersebut.

“Heiiii itu mata air tempat minum satwa liar di sana. Gak ada otak kalian,” tulis warganet lainnya.

Komentar lain mengingatkan para pendaki agar memahami aturan dan menjaga kelestarian lingkungan ketika berada di kawasan gunung.

“Gak ngotak! Kalau mendaki cuma mau dapat foto tanpa mengerti aturannya, mending travelling di YouTube deh. Gak usah mendaki beneran, bikin gregetan aja. Blacklist dari semua gunung deh orang-orang tol** macam mereka,” komentar warganet lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.