TRIBUNWOW.COM - Langkah pengembangan teknologi militer Teheran kembali memicu tingkat kewaspadaan tinggi di kalangan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO serta sekutu utama Amerika Serikat, menyusul potensi pengembangan rudal dengan jarak jelajah hingga 15.000 kilometer.
Berdasarkan tinjauan geografis, jarak antara Iran dan kawasan Pantai Timur Amerika Serikat berkisar antara 9.000 hingga 10.000 kilometer.
Secara teoretis, rudal dengan kapasitas jelajah 15.000 kilometer memiliki jarak yang lebih dari cukup untuk mencapai wilayah timur AS, termasuk kota-kota strategis seperti Washington DC dan New York.
Baca juga: Ratna Sari Dewi Betah di Indonesia, Sebut Tanah Air Selalu di Hatinya dan Penuh Kenangan Berharga
Tidak hanya wilayah pesisir timur, radius operasional tersebut secara kalkulasi matematis juga mampu menjangkau kawasan daratan bagian tengah Amerika Serikat seperti negara bagian Texas serta wilayah Great Plains.
Bahkan, wilayah di pesisir barat seperti California secara geografis masih masuk ke dalam batas maksimal jarak 15.000 kilometer tersebut.
Meskipun secara kalkulasi jarak hampir seluruh daratan utama Amerika Serikat berada dalam radius potensial, para pengamat militer menegaskan bahwa angka 15.000 kilometer merupakan indikasi klaim atau tahap pengembangan teoretis, bukan berarti Teheran saat ini telah mengoperasikan persenjataan tersebut secara penuh.
Efektivitas rudal jarak jauh juga sangat bergantung pada sistem pemandu, akurasi, muatan, hingga kemampuan menembus sistem pertahanan lawan.
Dinamika strategis ini terus dipantau oleh para analis pertahanan global di tengah ketegangan geopolitik yang berlangsung.
https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/iran-reportedly-threatens-to-expand-retaliatory-attacks-to-europe-if-us-restarts-war/