Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Kholis Badrizaman (51) korban ledakan akibat kebocoran LPG menderita luka bakar 90 persen. Korban harus menjalani perawatan medis di RSUD Haji Surabaya akibat luka bakar di sekujur tubuhnya itu.
Tidak hanya menimbulkan korban luka, insiden itu mengakibatkan rumah korban di Jalan Juwingan 72 D, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya rusak parah akibat ledakan yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kuatnya ledakan ternyata juga berdampak pada bangunan sekitar. Sejumlah kaca rumah di bagian bawah dilaporkan pecah akibat hentakan ledakan.
Anak korban, Chusaini Agus Naim, mengatakan kejadian bermula ketika keluarga mencium bau LPG yang cukup menyengat dari area rumah.
“Terdengar suara gas yang keluar dari saluran LPG. Korban kemudian berusaha memperbaiki sumber kebocoran tersebut,” ujar Chusaini.
Setelah sumber kebocoran diperbaiki, kompor kembali dinyalakan. Namun, diduga gas yang sebelumnya sudah terkumpul di dalam ruangan tersulut api sehingga memicu ledakan.
“Kakak saya mencium bau LPG, seperti ngejos. Terus panggil ayah saya untuk membetulkan LPG. Setelah dibetulkan, kompor langsung dinyalakan. Mungkin karena bau gasnya sudah terkumpul, begitu dinyalakan langsung meledak,” terangnya.
Saat ledakan terjadi, Chusaini sedang tidur di bagian atas rumah. Ia langsung terbangun setelah mendengar suara ledakan yang cukup keras.
Chusaini mengatakan kondisi Kholis cukup serius setelah terkena dampak ledakan. Korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen pada tubuhnya.
“Ini masih menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya. Korban juga dijadwalkan menjalani operasi untuk menangani luka bakar yang dialaminya,” tuturnya.
“Bapak sekarang di Rumah Sakit Drajat. Kata dokter lukanya sekitar 90 persen, seluruh badan,” imbuh Chusaini.
Korban masih menjalani perawatan medis untuk menangani luka bakar yang dialaminya.
Tetangga korban, Khoirul, mengaku kaget saat mendengar suara ledakan dari rumah Kholis. Menurutnya, suara ledakan terdengar sangat keras hingga terasa seperti hentakan gempa.
“Suara ledakan terdengar sangat keras hingga dirasakan seperti hentakan gempa. Kejadiannya jam tiga malam. Terdengar suara meledak, duar. Kencang sekali, seperti gempa, tapi rumah tidak sampai bergetar,” kata Khoirul.
Setelah ledakan terjadi, warga sekitar langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan. Korban segera dievakuasi dari dalam rumah.
Khoirul mengatakan warga membuka pintu rumah dan membantu mengeluarkan korban. Tabung LPG yang berada di lokasi juga segera diamankan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan susulan.
“Pintu rumah dibuka dan korban segera dievakuasi keluar. Tabung LPG juga diamankan untuk mencegah kemungkinan terjadinya ledakan susulan,” bebernya.
Selain menyebabkan korban mengalami luka bakar, ledakan tersebut juga membuat sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan. Kaca pada bagian bawah rumah pecah akibat kuatnya ledakan.
“Kaca rumah ini pecah semua, yang bagian bawah,” tandasnya.(*)
Baca Selengkapnya Ledakan di Rumah Warga Gubeng Surabaya Diduga Akibat LPG Bocor, Pemilik Alami Luka Bakar 90 persen