TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pasca video viral mahasiswa baru (maba) berjalan jongkok di media sosial, pihak kampus Universitas Negeri Padang (UNP) belum menerima laporan kekerasan.
Dalam video viral tersebut, disebutkan bahwa maba berjalan jongkok merupakan bentuk perpeloncoan di lingkungan kampus.
Akan tetapi, Sekretaris UNP Erianjoni, membantah dan mengaku belum menerima laporan kekerasan dari mahasiswa.
"Itu bukan perpeloncoan, tapi bagian sanksi disiplin karena mereka terlambat saat PKKMB. Kami juga belum menerima laporan kekerasan usai video tersebut viral," kata dia, Kamis (20/8/2026).
Ia menyebut, kampus UNP memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK), yang dapat menangani laporan mahasiswa jika menerima kekerasan.
Baca juga: Pertamina Soroti Dugaan Penyalahgunaan Biosolar di Sumbar, QR hingga Mobil Langsir
Akan tetapi usai mahasiswa diberi sanksi disiplin dalam bentuk berjalan jongkok, push up dan squat jump, belum ada laporan yang masuk dari maba.
"Kita punya Satgas PPK, kalau mereka mengalami kekerasan selama PPKMB termasuk saat diberikan sanksi disiplin, dapat melaporkannya. Tapi sampai saat ini belum ada satupun laporan yang masuk," tegasnya.
Tidak ada laporannya tersebut menurut Erianjoni, lantaran sejumlah maba tersebut sudah menyepakati aturan bagi yang terlambat.
Etianjoni mengatakan, maba yang diberi sanksi disiplin berupa berjalan jongkok tersebut didominasi oleh Fakultas Teknik.
Menurutnya, sanksi disiplin saat aturan yang sudah disepakati kedua belah pihak namun tidak diindahkan, perlu dilakukan untuk menguatkan mental mereka.
"Kebanyakan dari mereka maba Fakultas Teknik, yang 70 persennya di labor atau lapangan untuk praktek. Kalau anak lapangan tidak boleh lembek, lagian mereka sudah sepakat kalau terlambat akan diberi sanksi disiplin," sebutnya.
Baca juga: Viral Maba UNP Jalan Jongkok saat PKKMB Dituding Perpeloncoan, Pihak Kampus Buka Suara
Pihak Universitas Negeri Padang (UNP) membantah terkait dugaan perpeloncoan mahasiswa baru (maba) yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Video viral tersebut memperlihatkan sejumlah maba UNP berjalan jongkok saat memasuki area kampus dengan berpakaian kemeja putih dan celana hitam
Dalam video itu juga, para maba tampak menjalani aktivitas di bawah pengawasan mahasiswa senior.
Selain itu, sejumlah maba berjalan jongkok secara beriringan sambil mengenakan sejumlah atribut, termasuk tulisan yang dikalungkan di leher dan perlengkapan di kepala.
Menanggapi itu, Sekretaris UNP Erianjoni membantah dugaan perpeloncoan terhadap maba oleh mahasiswa senior.
Kata dia, kegiatan itu bagian dari sanksi berupa hukuman disiplin lantaran sejumlah maba terlambat saat mengikuti kegiatan PKKMB.
Baca juga: UIN Imam Bonjol Padang Gelar PBAK 2026, Diikuti 3.011 Mahasiswa Baru
"Itu bukan perpeloncoan, tapi bagian dari sanksi lantaran mereka terlambat saat mengikuti PKKMB. Makanya ada yang berjalanan jongkok, push up dan squat jump," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Sanksi tersebut sebelumnya sudah tertuang dalam aturan PKKMB poin 6, apabila mahasiswa terlambat akan diberi hukuman berupa push up hingga squat jump.
Akan tetapi dalam video viral tersebut, maba memang diminta mahasiswa senior berjalan jongkok lantaran jumlahnya banyak dan tidak terkontrol.
Sementara kegiatan PKKMB di kampus UNP sudah dimulai, namun masih banyak yang terlambat datang.
"Karena banyak sekitar 30 orang lebih, jadi tidak terkontrol, makanya diminta berjalan jongkok, itu tidak lebih dari 100 meter. Sebelumnya maba ini juga sudah berkomitmen terkait sanksi bagi yang terlambat, dan menyepakati," jelasnya.
Sehingga dengan aturan yang sudah tertulis jelas dan disepakati oleh para maba, diterapkan sanksi disiplin yang ringan tersebut.
Untuk itu, Erian Joni membantah dugaan perpeloncoan seperti yang dinarasikan dalam video viral saat maba berjalan jongkok di lingkungan kampus UNP tersebut.
"Jadi saya tegaskan kembali, bukan perpeloncoan, tapi sanksi disiplin ringan atas keterlambatan mereka yang sebelumnya sudah disepakati," tambahnya. (*)