Agam Rinjani Minta Presiden Prabowo Subianto Jadikan Gempa NTT Bencana Nasional : Ini Sering Terjadi
Ardhi Sanjaya August 21, 2026 10:03 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Agam Rinjani atau Abdul Haris punya permintaan khusus ke Presiden Prabowo Subianto menyoal gempa yang melanda Flores Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jika pada Juni 2025 ia menuai pujian atas perannya dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang terjatuh ke jurang sedalam lebih dari 600 meter di Gunung Rinjani.

Kini Agam Rinjani minta agar gempa yang mengguncang NTT ditetapkan sebagai bencana nasional.

Rangkaian gempa di NTT dalam satu pekan ini yang diawali dari gempa utama magnitudo 7,7 hingga rentetan gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,9 pada Kamis (20/8/2026) pagi disoroti Agam Rinjani.

Ditambah lagi frekuensi gempa susulan yang terus menerus memicu kepanikan warga, merusak ribuan bangunan, memutus akses jalan utama serta melumpuhkan jaringan listrik dan komunikasi di beberapa kabupaten. 

Kondisi ini jadi alasan Agam Rinjani mendesak penetapan status Bencana Nasional.

Permintaan Agam Rinjani ke Presiden Prabowo sambil Mengatupkan Tangan
 
Melalui unggahan di akun Instagram miliknya pada Kamis (20/8/2026), Agam menyampaikan permintaan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar gempa yang terjadi di Flores mendapat perhatian serius pemerintah.

Ia bahkan meminta agar bencana tersebut dapat dipertimbangkan untuk ditetapkan sebagai bencana nasional.

Dalam video yang diunggahnya, Agam menyampaikan permintaan tersebut sembari mengatupkan kedua tangannya.

"Selamat pagi, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ujar Agam mengawali pesannya.

Ia kemudian secara langsung menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Buat bapak Presiden Republik Indonesia boleh tidak bencana di Flores, gempa bumi hari ini bisa dijadikan sebagai bencana nasional, sebab terjadi gempa tadi 5,9," kata Agam.

Menurut Agam, gempa di wilayah Flores bukan persoalan yang baru terjadi.

Ia menyinggung aktivitas Sesar Flores yang menurutnya terus bergerak dan berpotensi memicu gempa di wilayah tersebut.

"Kali aja bapak presiden, saya mohon izin bisa menjadikan ini sebagai bencana nasional karena ini bukan hal yang baru terjadi, ini sering terjadi karena memang sesar daripada Flores itu bergerak. Izin pak presiden," ujarnya sambil mengatupkan kedua tangan. 

Tak hanya meminta perhatian pemerintah, Agam Rinjani juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu warga yang terdampak gempa di Flores.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menunggu langkah pemerintah, tetapi juga bergerak memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

"Kita juga harus segera membantu teman-teman yang ada di Flores ya, ayo kita kerja bantu kawan-kawan di Flores," kata Agam.

Unggahan tersebut disampaikan Agam setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Kabupaten Manggarai, NTT, pada Kamis pagi.

Desakan penetapan status bencana nasional muncul saat dampak kerusakan dan lumpuhnya pelayanan publik di daerah melampaui kapasitas pemerintah lokal.

Dalam UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, status ini ditentukan langsung oleh Presiden berdasarkan pertimbangan skala dampak.

Indikator penetapan bencana nasional juga diperhitungkan, di antaranya jumlah korban, kerugian kerusakan, cakupan wilayah dalam skala besar. 

Termasuk kelumpuhan dan sumber daya pemerintah daerah sudah tidak memadai untuk penanganan darurat.

UPDATE Korban Gempa Flores Jumat 21 Agustus 2026: 75 Meninggal, 907 Luka-luka , 92.735 Mengungsi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) kembali merilis data terbaru atau Update Gempa Flores Pagi Ini, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan data terbaru BMKG hingga pukul 20.00 WIB atau pukul 21.00 WITA, korban meninggal dunia bertambah menjahi 75 orang, korban luka-luka naik jadi 907 orang dan jumlah warga yang mengungsi juga melonjak menjadi 92.735 orang

Sementara itu, BMKG melaporkan Gempa Susulan masih terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Akibat Gempa Susulan, warga dilanda kepanikan dan kembali mengungsi ke daerah-daerah dataran tinggi. 

Guncangan dirasakan warga pada Kamis pagi di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo dan Manggarai Barat dan Sikka.

Data dari BNPB pada Kamis (20/8/2026) pukul 16.00, tercatat lebih dari 3 ribu gempa susulan di NTT dengan durasi setiap 1 sampai1,5 jam. Kekuatan gempa susulan antara Magnitudo 1,1 sampai 6,2.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Wijayanto sebagaimana dikutip dari Youtube Kompas TV, Jumat 21 Agustus 2026, mengatakan, gempa masih terus mengguncang Flores dengan kekuatan bervarias dan terus menurun sampai batuan stabil.

Wijayanto mengatakan, Gempa Flores akan meluruh dalam 3 sampai 4 minggu atau sekitar 15 september  2026 kosentrasi terbanyak di Ruteng Kabupaten Manggarai. 

Sedangkan Utara Sikka dan Nagekeo sudah mulai turun. 

Meski kekuatan gempa menurun, Wijayanto mengimbau masyarakat tetap siaga dan waspada.

"Jangan masuk rumah-rumah yang rusak. Yang ada di bukit, waspada longsor,: imbau Wijayanto. 

Ia juga mengatakan, potensi Tsunami sangat kecil. "Kalaupun ada tsunami, Bmkg sangant siap," katanya.

Sementara itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada potensi gempa susulan. (*)

(tribun network/thf/Tribunnews.com/TribunJakarta/PosKupang)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.