Karhutla dan TPS Marak Terbakar, Bupati Banggai Terbitkan Surat Edaran Pencegahan
Fadhila Amalia August 21, 2026 10:08 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Rentetan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menerbitkan surat edaran.

Diterbitkan Rabu (19/8/2026), bernomor 300.2.1./11206/BPBD. 

Disebutkan, surat edaran ini sebagai imbauan bagi pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Mentan RI Amran Hadiri Wisuda Untad Palu, Dorong 2.500 Wisudawan Berani Rebut Kesuksesan

Juga berupaya melakukan pencegahan terhadap kebakaran yang disebabkan aktivitas pembakaran tak terkendali selama musim kemarau tahun 2026.

Dalam edaran, Bupati Banggai meminra pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan melaksanakan delapan langkah pencegahan Karhutla. 

Pertama mengoordinasikan pelaksanaan surat edaran ini di wilayah kecamatan masing-masing.

Kedua mengimbau masyarakat untuk tak membakar hutan, lahan, kebun, semak belukar dan sampah secara sembarangan. 

Ketiga mengimbau masyarakat agar tak membakar dalam membuka atau membersihkan lahan.

Keempat menyampaikan imbauan kepada seluruh kepala desa dan lurah untuk diteruskan kepada masyarakat.

Kelima, meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Keenam mendorong pelaksanaan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

Ketujuh memastikan setiap kejadian kebakaran atau titik api segera dilaporkan dan dikoordinasikan dengan BPBD Banggai dan instansi terkait.

Tercatat, Karhutla mulai terjadi sejak pekan kedua Juli 2026.

Jumat (17/7/2026), terjadi Karhutla di Pegunungan Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng, Jumat 21 Agustus 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Udara Kabur

Kemudian Senin (27/7/2026) Karhutla juga terjadi di Desa Batui Hitam.

Tiga hari berikutnya, Kamis (30/7/2026) pukul 08.30 Wita Karhutla melanda pegunungan Desa Tikupon, Kecamatan Bualemo. 

Minggu (2/8/2026) malam giliran Larhutla melanda Desa Huhak, Kecamatan Pagimana. Total 50 hektare lahan hangus terbakar.

Kemudian Rabu (5/8/2026) pukul 10.00 Wita, Kebakaran pertama terjadi di perbatasan antar Desa Mayayap dan Desa Trans Mayayap, Bualemo. 

Kamis (6/8/2026) pukul 14.00 Wita, BPBD Banggai mendapat laporan terjadi Karhutla di Desa Toipan, Pagimana.

Tercatat, 100 hektare lahan dan 100 pohon kelapa di Toipan terbakar.

Lalu Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, Karhutla melanda Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara. 

Senin (17/8/2026) malam, Karhutla juga melanda Desa Buon Mandiri, Luwuk Utara.

Di waktu bersamaan, lahan di Perumahan Vilamass, Desa Biak juga terbakar.

Belakangan TPS mulai dilanda kebakaran. Pertama terjadi di BTN Pepabri, Kelurahan Kilongan, Luwuk Utara, Rabu (19/8/2026).

Secara bersamaan, Karhutla terjadi di Dusun Matayo, Desa Baya, Luwuk Timur.

Di hari yang sama, pukul 10.47 terjadi kebakaran di TPS ilegal Kelurahan Maahas, Luwuk Selatan. 

Baca juga: Gempa M 6,0 Guncang Manggarai NTT, Chiki Fawzi Ungkap Detik-detik Rumah Runtuh

Rabu siang, Kapolsek Nuhon IPDA Tesar melaporkan Karhutla kembali melanda Desa Batu Hitam.

Titiknya di tepi Jalan Trans Sulawesi.

Lalu Kamis (20/8/2026) sore, TPS ilegal di Kelurahan Maahas, Luwuk Selatan kembali terbakar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.