TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness segera memasuki masa pengoperasian bertarif. Hal tersebut dikonfirmasi PT Hutama Karya (Persero) pada Jumat (21/8/2026).
Namun, hingga saat ini Hutama Karya belum merilis besaran tarif maupun waktu pasti pemberlakuan tarif Jalan Tol Bayung Lencir-Simpang Ness.
"Informasi mengenai besaran tarif dan waktu pemberlakuannya akan disampaikan lebih lanjut melalui kanal komunikasi resmi Hutama Karya," ujar Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, melalui rilis resmi yang diterima Tribun Jambi.
Menjelang pemberlakuan tarif, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk mulai mempersiapkan perjalanan.
Pengguna jalan diminta memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
Selain itu, pengguna jalan juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak berkendara dalam kondisi lelah.
Hutama Karya menyatakan akan terus melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat terkait pengoperasian bertarif Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness.
Dilengkapi Tiga Gerbang Tol
Untuk menunjang pelayanan transaksi, ruas tol tersebut dilengkapi Gerbang Tol Pijoan, Gerbang Tol Muaro Sebapo, dan Gerbang Tol Bayung Lencir.
Masing-masing gerbang tol didukung fasilitas gardu entrance, gardu exit, gardu reversible, serta mobile reader untuk membantu kelancaran transaksi pengguna jalan.
Dari sisi pelayanan operasional, Hutama Karya menyiagakan 22 unit armada operasional.
Armada tersebut terdiri dari lima kendaraan patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans, enam kendaraan derek, tiga kendaraan keamanan dan ketertiban, tiga kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), satu kendaraan skylift, serta satu kendaraan water tank.
Ruas tol ini juga didukung 104 unit CCTV dan enam Variable Message Sign atau VMS.
Fasilitas tersebut digunakan untuk menunjang pemantauan kondisi jalan serta penyampaian informasi lalu lintas kepada pengguna jalan.
Sebelumnya Beroperasi Tanpa Tarif
Untuk diketahui, Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness sebelumnya dioperasikan tanpa tarif.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenal sekaligus merasakan manfaat konektivitas jalan tol tersebut.
Pengoperasian tanpa tarif dilakukan secara bertahap.
Segmen Bayung Lencir-Tempino mulai beroperasi sejak 17 Oktober 2024.
Kemudian, pengoperasian dilanjutkan pada Segmen Tempino-Simpang Ness sejak 14 September 2025.
Selama masa pengoperasian tanpa tarif, Hutama Karya terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan operasional serta kesiapan fasilitas sebagai bagian dari persiapan menuju pengoperasian bertarif.
Waktu Tempuh Diklaim Pangkas dari 2 Jam Jadi 40 Menit
Iwan Hermawan mengatakan, Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Ruas tersebut menghubungkan Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Jambi.
Keberadaan jalan tol ini diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antardaerah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah yang dilalui.
Menurut Iwan, selama masa pengoperasian tanpa tarif, perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan operasional dan kesiapan fasilitas sebelum memasuki tahap pengoperasian bertarif.
"Pengoperasian tanpa tarif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung manfaat jalan tol ini. Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif," ujar Iwan.
Ia memastikan seluruh aspek pelayanan terus dioptimalkan, mulai dari transaksi di gerbang tol, kesiapan armada layanan, hingga sistem pemantauan lalu lintas.
Hal itu dilakukan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar.
Selain memperkuat konektivitas antara Sumatra Selatan dan Jambi, Iwan mengatakan keberadaan jalan tol tersebut juga memberikan efisiensi waktu perjalanan yang signifikan.
Waktu tempuh pada koridor tersebut yang sebelumnya dapat mencapai sekitar dua jam kini dapat ditempuh sekitar 40 menit.
Dengan demikian, jalan tol tersebut memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat maupun angkutan logistik.
"Efisiensi waktu tempuh tersebut diharapkan turut mendorong kelancaran mobilitas orang dan barang serta memberikan dampak positif bagi aktivitas perekonomian antardaerah. Menjelang pemberlakuan tarif, kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi yang akan disampaikan melalui kanal komunikasi Hutama Karya," pungkas Iwan. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Kebakaran Gambut Dangkal, Tim Manggala Agni dan Satgas Karhutla Tanjabbar Padamkan Karhutla
Baca juga: Jambi Top 7, Heboh Pengakuan Pelecehan Pendaki Perempuan Gunung Masurai