Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN MAS - Tidak semua sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, bersedia menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengungkap, sejumlah sekolah memilih belum menerima program tersebut karena telah memiliki sistem penyediaan makanan sendiri, salah satunya melalui layanan katering sekolah yang sudah berjalan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wahid Suryono mengatakan, keputusan setiap sekolah dalam menerima program MBG turut dipengaruhi kesiapan dan program yang sebelumnya telah diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
“Bermacam-macam kalau alasannya. Ada beberapa pertimbangan karena bagaimanapun sekolah ada juga yang memang mereka sudah ada program catering sekolah yang sudah berjalan,” kata Wahid, Jumat (21/8/2026).
Dengan kondisi tersebut, Disdik Depok tidak serta-merta memaksakan seluruh sekolah untuk menerima program MBG.
Pemerintah melakukan pendataan dan verifikasi agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah.
Baca juga: Dorong Penyaluran MBG Tepat Sasaran, Disdik Depok Mutakhirkan Data 1.057 Sekolah
Data Sekolah Terus Dimutakhirkan
Di sisi lain, Disdik Kota Depok bersama Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih melakukan pemutakhiran data sekolah calon penerima MBG.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran makanan bergizi dapat tepat sasaran, mengingat program tersebut mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Wahid menyebut terdapat sekitar 1.057 sekolah di Kota Depok yang masuk dalam pendataan hingga jenjang SMA.
“Terkait dengan jumlah sekolah di Depok sampai jenjang SMA, ini ada sekitar 1.057 sekolah sebenarnya,” ujar Wahid.
Menurut dia, proses pendataan sekolah negeri relatif lebih mudah dilakukan karena data operasionalnya berada dalam sistem Disdik.
Hal tersebut berbeda dengan sekolah swasta yang membutuhkan proses verifikasi lebih lanjut. Data sekolah swasta perlu ditelusuri dan diselaraskan dengan data yang dimiliki BGN.
Sekolah Swasta Masih Diverifikasi
Wahid menjelaskan, proses validasi terhadap sekolah swasta masih berlangsung. Karena itu, Disdik Depok belum dapat memastikan jumlah keseluruhan sekolah yang nantinya menerima program MBG.
Meski membutuhkan waktu lebih lama, proses verifikasi tersebut dinilai penting untuk memastikan data penerima manfaat benar-benar akurat.
Menurutnya, proses tersebut bukan menunjukkan adanya hambatan dalam pelaksanaan MBG. Sebaliknya, pemutakhiran data dilakukan agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan lebih tertata.
Selain persoalan data, pelaksanaan MBG juga sangat bergantung pada kesiapan sekolah serta kemampuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjangkau sekolah-sekolah di wilayah Depok.
Kapasitas masing-masing SPPG menjadi salah satu faktor yang menentukan cakupan distribusi makanan kepada peserta didik.
Sekolah Negeri Sudah Banyak Terlayani
Meski data sekolah swasta masih dimutakhirkan, Wahid memastikan pelaksanaan program MBG di sekolah negeri di Kota Depok telah berjalan secara luas.
Sekolah negeri dinilai lebih mudah diverifikasi karena data peserta didik dan operasional sekolah berada dalam koordinasi Disdik.
“Kalau yang negeri, insya Allah sih semuanya sudah,” pungkas Wahid.
Dengan terus dilakukannya pembaruan data, Disdik Depok berharap penyaluran MBG ke depan dapat semakin luas sekaligus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
Program tersebut juga diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan sistem yang sudah diterapkan sekolah, termasuk bagi satuan pendidikan yang sebelumnya telah memiliki layanan katering mandiri.