TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setiap sore hingga larut malam, Suriyandi sibuk menggoreng dan melayani pembeli di lapaknya di Jalan Mallengkeri Raya, Kota Makassar.
Pria 40 tahun itu telah sekitar enam tahun menekuni usaha gorengan.
Aktivitas tersebut tetap dijalaninya setelah ia dipercaya menjadi Ketua RT 003 RW 004, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate.
Suriyandi baru dilantik pada Desember 2025.
Memasuki bulan kedelapan kepemimpinannya, ia mulai menjalankan sejumlah program yang berangkat dari kebutuhan warga di wilayahnya yang dihuni sekitar 130 kepala keluarga.
Salah satunya pengadaan fasilitas bersama.
Gagasan itu muncul dari pengalamannya melihat warga kesulitan mendapatkan tenda, kursi, dan lampu ketika menggelar kegiatan lingkungan maupun saat ada warga yang berduka.
"Selama ini saya lihat di wilayah saya, setiap ada warga yang berduka, susah cari kursi, tenda, dan lampu. Makanya begitu saya diangkat jadi RT, saya terapkan seperti ini," kata Suriyandi kepada Tribun Timur, Jumat (21/8/2026).
Ia kemudian mengajak warga yang bersedia menyisihkan Rp10 ribu per kepala keluarga setiap bulan.
Dana tersebut dikumpulkan untuk membeli perlengkapan yang nantinya dapat digunakan bersama.
Iuran tersebut tidak diwajibkan. Suriyandi memilih mencatat warga yang bersedia berpartisipasi, kemudian mengelola dana yang terkumpul untuk pengadaan fasilitas.
Hingga Agustus 2026, dua tenda, lampu, dan sekitar 20 kursi telah tersedia.
Jumlah tersebut akan ditambah secara bertahap sesuai dana yang terkumpul.
"Ini fasilitas bersama, kembali lagi ke warga. Kalau ada yang berduka dan membutuhkan kursi, tenda, atau lampu, bisa dipakai," ujarnya.
Bagi Suriyandi, penyediaan fasilitas bersama menjadi prioritas pada awal masa kepemimpinannya.
Ia ingin kebutuhan warga yang paling mendasar dapat dipenuhi terlebih dahulu sebelum menjalankan program lainnya.
Namun, upaya Suriyandi membenahi lingkungan tidak hanya mengandalkan iuran warga.
Saat perayaan HUT ke-81 RI, ia ikut mempercantik lingkungan dengan memasang bambu, bendera, dan umbul-umbul.
Sebagian kebutuhan tersebut dibelinya menggunakan uang pribadi.
"Saya pakai uang pribadi. Tidak ada saya minta sumbangan dari warga," katanya.
Ia juga mengajak ibu-ibu terlibat dalam kegiatan lingkungan.
Warga yang bersedia berpartisipasi dicatat dan menyisihkan Rp5 ribu setiap pekan.
Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan, termasuk perlombaan 17 Agustus.
Cara tersebut diterapkan agar kegiatan warga dapat berjalan tanpa selalu bergantung pada bantuan dari luar.
Selain menghidupkan kegiatan lingkungan, Suriyandi turut menjalankan program pemerintah, khususnya terkait pengelolaan sampah.
Ia rutin mengingatkan warga agar memilah sampah dari rumah berdasarkan jenisnya sebelum diserahkan kepada petugas.
"Kalau ada warga yang membuang sampah, saya sampaikan bahwa sampah harus dipisah sesuai jenisnya. Saya biasa patroli saat proses penjemputan sampah," tuturnya.
Kedekatan dengan warga menjadi modal Suriyandi menjalankan tugasnya sebagai ketua RT.
Ia mengaku sudah aktif bermasyarakat di lingkungan tersebut jauh sebelum dipercaya memimpin RT.
Karena itu, ia berusaha tetap mudah ditemui warga.
Bahkan, ia mengaku siap menerima keluhan maupun permintaan bantuan meski datang pada tengah malam.
"Kalau memang ada apa-apa, tengah malam pun sampaikan ke saya. Insyaallah nanti saya bantu," ujarnya.
Bagi Suriyandi, menjadi ketua RT bukan semata-mata soal posisi di lingkungan masyarakat.
Ia ingin kehadirannya memberi manfaat bagi warga yang dipimpinnya.
"Motivasi saya membuat lingkungan menjadi lebih baik," katanya.
Profil
Nama: Suriyandi
Jabatan: Ketua RT 003 RW 004
Kelurahan: Mangasa
Kecamatan: Tamalate
Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 21 Februari 1986
Alamat: Jalan Mallengkeri 3
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Riwayat Pendidikan:
- SMA Negeri 8 Makassar
- SMP Negeri 26 Makassar
- SD Inpres Mallengkeri 1
Riwayat Pekerjaan:
- Pedagang Makanan Gorengan
- Tenaga Sukarela Kantor Kecamatan Tamalate
- Sopir Bagian Operasional Garuda Indonesia
Hobi: Olahraga
Jumlah Penduduk: 130 KK.(*)