Asap Tebal Kepung SMA di Natuna, Pelajar Sempat Panik lalu Ikut Padamkan Kebakaran Lahan
Dewi Haryati August 21, 2026 10:07 PM

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Suasana siang di SMA Negeri 1 Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendadak dibuat panik.

Asap tebal mengepung kawasan sekolah pada Jumat (21/8/2026) siang, setelah lahan semak belukar tepat di belakang sekolah terbakar.

Kobaran api yang berada tak jauh dari gedung sekolah sempat membuat pelajar dan pihak sekolah khawatir si jago merah menjalar ke bangunan.

Pasalnya, kondisi cuaca yang panas dan terik membuat api dengan cepat membesar dan merambat di antara tanaman kering.

Asap pekat bahkan masuk hingga ke kawasan sekolah, sehingga membuat jarak pandang terbatas.

Dalam video yang diterima Tribunbatam.id, terlihat sejumlah pelajar dan pihak sekolah berusaha memadamkan api secara manual.

Mereka menggunakan peralatan seadanya.

Ada yang membawa ember berisi air untuk menyiram titik api.

Sebagian lainnya menggunakan ranting dan peralatan sederhana untuk menahan agar kobaran api tidak semakin meluas.

Situasi semakin mencekam ketika asap tebal menyelimuti area sekitar sekolah.

"Tolong, ya tolong. Terjadi kebakaran lahan di SMA Negeri 1 Bunguran Utara atau Kelarik," ujar seorang pelajar dalam video itu.

Kebakaran lahan tersebut berada di wilayah Kecamatan Bunguran Utara yang cukup jauh dari pusat Kota Ranai.

Kondisi ini membuat penanganan tidak bisa mengandalkan armada pemadam kebakaran dari Kota Ranai secara cepat.

Terlebih, hingga kini Kecamatan Bunguran Utara belum memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai.

Alhasil, upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh pihak sekolah, pelajar, warga serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bunguran Utara.

Setelah berjibaku memadamkan api, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar luas.

Sekretaris Camat Bunguran Utara, Abdul Karim, membenarkan adanya kebakaran lahan tersebut.

Ia bersyukur api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke kawasan sekolah.

"Alhamdulillah saat ini api berhasil padam," ujar Karim kepada saat dikonfirmasi Jumat sore.

Ia mengatakan, proses pemadaman dilakukan secara manual dengan melibatkan unsur Forkopimcam bersama pihak sekolah dan masyarakat.

Menurutnya, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

"Dalam kejadian ini kurang lebih satu hektare lahan terdampak. Untuk pemadaman dilakukan Forkopimcam turun membantu pemadaman," katanya.

Karim menyebut, proses pemadaman menjadi tantangan karena belum tersedianya peralatan pemadam yang memadai di wilayah Kecamatan Bunguran Utara.

"Pemadaman terpaksa dilakukan manual karena belum ada peralatan yang memadai di Kecamatan Bunguran Utara," katanya.

Hingga kini, penyebab munculnya api belum diketahui.

Kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Natuna untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan, terlebih kondisi cuaca panas dan kering masih terjadi dalam beberapa pekan terakhir. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.