Disdukcapil Makassar Sasar Anak Muda, Aktivasi IKD Masuk Kafe
Saldy Irawan August 21, 2026 09:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar terus mendorong warga mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

‎Upaya tersebut dilakukan dengan strategi jemput bola. 

‎Disdukcapil tidak hanya menunggu warga datang ke kantor pelayanan, tetapi mendatangi sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat.

‎Salah satunya dilakukan di Cafe Vaan In Sky, Jalan Bonto Sunggu, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (21/8/2026) malam.

‎Layanan tersebut menyasar warga yang tengah bersantai di kafe, khususnya kalangan anak muda yang dinilai akrab dengan penggunaan teknologi dan memiliki telepon pintar.

‎Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Makassar, Irwandi, mengatakan pelayanan di kafe merupakan bagian dari program jemput bola yang terus dikembangkan.

‎"Kami melihat pengunjungnya lumayan banyak, makanya kami berinisiatif melakukan pelayanan IKD di situ," kata Irwandi dihubungi, Jumat (21/8/2026). 

‎Menurutnya, IKD merupakan transformasi dokumen kependudukan dari bentuk fisik menjadi digital yang dapat diakses melalui aplikasi di telepon pintar.

‎Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengakses sejumlah dokumen kependudukan, seperti KTP dan kartu keluarga.

‎IKD juga terus dikembangkan agar dapat terhubung dengan berbagai layanan lain. 

‎Salah satu manfaatnya, warga dapat mengirimkan dokumen KTP secara digital sehingga tidak selalu harus membawa atau menggandakan KTP fisik.

‎Selain itu, perubahan data kependudukan juga dapat langsung tercermin pada IKD.

‎"Misalnya perubahan status dari pelajar atau mahasiswa menjadi sudah bekerja. Setelah dilakukan perubahan, otomatis akan ter-update di IKD, meskipun fisik KTP belum diganti," jelasnya.

‎Irwandi mengatakan IKD saat ini sudah dapat digunakan masyarakat. 

‎Namun, pemerintah pusat masih mengembangkan sejumlah fitur tambahan agar pemanfaatannya tidak sebatas sebagai identitas digital.

‎Ia mencontohkan, sejumlah layanan perbankan telah mulai mengintegrasikan IKD dalam sistem mereka.

‎"Di aplikasi BNI Wonder misalnya, ada menu login menggunakan IKD. Jadi ketika mau login, bisa terkoneksi langsung ke aplikasi IKD," ujarnya.

‎Untuk mengaktifkan IKD, warga tetap harus melakukan verifikasi secara langsung melalui layanan Disdukcapil. 

‎Proses tersebut membutuhkan pemindaian kode dari sistem Dukcapil.

‎Karena itu, layanan jemput bola dinilai penting untuk menjangkau warga yang memiliki kesibukan dan tidak sempat datang ke kantor Disdukcapil.

‎"Kami yang datangi supaya masyarakat bisa melakukan aktivasi IKD di tempat," katanya.

‎Disdukcapil Makassar selama ini rutin membuka layanan jemput bola di sejumlah lokasi, termasuk Car Free Day (CFD).

‎Setiap akhir pekan, mobil layanan keliling Disdukcapil ditempatkan di kawasan CFD, seperti Jalan Jenderal Sudirman atau kawasan Boulevard, untuk melayani aktivasi IKD maupun layanan administrasi kependudukan lainnya.

‎Ke depan, pola pelayanan tersebut akan diperluas ke lokasi-lokasi yang dinilai potensial. 

‎"Kalau kami melihat tempat-tempat yang potensial untuk dilakukan pelayanan, kami akan lakukan pelayanan di sana. Tidak tertutup kemungkinan di kafe-kafe lain atau tempat lain," ucap Irwandi.

‎Ia menyebut, aktivasi IKD di Kota Makassar saat ini telah mencapai sekitar 21 persen dari jumlah penduduk wajib KTP.

‎Angka tersebut setara dengan lebih dari 210 ribu warga yang telah mengaktifkan IKD.

‎Jumlah penduduk wajib KTP di Makassar sendiri berada di kisaran 1,1 juta jiwa.

‎Irwandi menegaskan, aktivasi IKD merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan pemerintah kota. 

‎Ia berharap masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya dokumen kependudukan.

‎Data kependudukan yang valid menentukan berbagai kebijakan, termasuk penyaluran bantuan dan perencanaan pembangunan.

‎"Administrasi kependudukan itu menjadi dasar dari semua layanan," katanya.

‎Sementara itu, Lurah Mannuruki Edwin Pahreza mengapresiasi langkah Disdukcapil Makassar membuka layanan aktivasi IKD di kafe.

‎Menurutnya, kafe menjadi salah satu lokasi strategis karena banyak warga, terutama anak muda, berkumpul dan bersantai pada malam hari.

‎"Kami dari Pemerintah Kelurahan Mannuruki bekerja sama dengan Disdukcapil dan sangat mendukung digitalisasi kependudukan ini," ujar Edwin.

‎Ia mengatakan pihak kelurahan turut mengajak warga memanfaatkan layanan tersebut untuk mengaktifkan IKD.

‎Menurut Edwin, digitalisasi kependudukan akan membuat pengelolaan data lebih terintegrasi sekaligus memudahkan warga dalam mengakses layanan administrasi.

‎"Digitalisasi data adalah sebuah keharusan. Harapannya masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan maksimal," jelasnya.

‎Selain aktivasi IKD, layanan Disdukcapil di Kelurahan Mannuruki juga menyediakan pencetakan ulang KTP serta sejumlah layanan pencatatan sipil lainnya.

‎"Ini sangat memudahkan. Layanannya cepat dan dekat dengan warga," ucap Edwin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.