TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan menargetkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Pesantren 2026 mencapai 100 persen. Program ini bertujuan memastikan kesehatan anak terdeteksi sejak dini.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Pasuruan Dr. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., saat membuka Kick Off CKG di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan, Kamis (13/8/2026).
“Data ini bukan hanya angka, tetapi fakta yang menunjukkan bagaimana kondisi anak-anak kita. CKG ini penting sebagai upaya preventif untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit lainnya,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi.
Target 38.687 Siswa di 169 Sekolah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Dr. Shierly Marlena, M.M., menjelaskan CKG 2026 menyasar 38.687 siswa di 169 sekolah. Rinciannya: 21.561 siswa SD/MI, 10.357 siswa SMP/MTs, dan 6.769 siswa SMA/MA.
Baca juga: Dorong Penguatan Ekosistem Digital, PC GP Ansor Kraksaan Probolinggo Gandeng Universitas Nurul Jadid
Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung Agustus hingga September 2026. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar tindak lanjut melalui Puskesmas maupun fasilitas kesehatan sesuai kondisi siswa.
“CKG bertujuan mengidentifikasi faktor risiko serta mendeteksi masalah kesehatan sejak dini pada anak usia sekolah,” kata Shierly.
Temuan CKG 2025: Kurang Aktivitas Fisik dan Karies Tinggi
Capaian CKG 2025 menjadi acuan peningkatan target tahun ini. Dari 38.470 siswa sasaran, cakupan pemeriksaan mencapai 75,44 persen.
Dua temuan utama menjadi perhatian. Pertama, 12.634 siswa memiliki aktivitas fisik kurang. Kedua, 9.643 siswa mengalami karies atau gigi berlubang.
“Di era digital saat ini, aktivitas fisik anak ternyata sangat terbatas. Ini menjadi tantangan kita bersama. Maka kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas fisik di sekolah harus ditingkatkan,” ungkap Mas Adi.
Ia juga meminta pemetaan kebutuhan dan pemerataan guru olahraga agar kegiatan fisik berjalan optimal di seluruh sekolah.
Optimis Raih Peringkat 1 Jawa Timur
Pada 2025, capaian CKG Kota Pasuruan berada di peringkat 3 se-Jawa Timur. Tahun ini Pemkot menargetkan peringkat 1.
“Tahun 2025 CKG Kota Pasuruan berada di peringkat ketiga di Jawa Timur. Tahun ini tentu harapannya kita bisa menjadi peringkat pertama. Tetapi bukan sekadar persoalan berada di peringkat berapa, yang lebih penting adalah tugas kita memastikan anak-anak didik kita sehat,” tegas Wali Kota.
Baca juga: Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH 2026 untuk 150 Rumah Tidak Layak Huni
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diperiksa, tetapi juga dari pemanfaatan hasil pemeriksaan untuk intervensi yang tepat. Kesehatan dan pendidikan disebutnya sebagai investasi membangun SDM sejak dini.
Kegiatan Kick Off dihadiri Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kemenag Kota Pasuruan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, kepala SD dan SMP se-Kota Pasuruan, kepala Puskesmas, serta organisasi profesi kesehatan. Acara ditandai pemukulan gong oleh Wali Kota, dilanjutkan pemantauan langsung proses pemeriksaan siswa.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)