TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng bersama Yayasan Santu Paulus Ruteng (YASPAR) menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga besar kampus yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Melalui Posko Tanggap Darurat dan Solidaritas UNIKA Santu Paulus Ruteng, bantuan disalurkan kepada 72 keluarga dosen dan tenaga kependidikan (tendik) serta 134 mahasiswa pada Kamis (20/8/2026).
Bantuan berupa beras, telur, mi instan, minyak goreng, selimut, dan terpal. Selain bantuan kebutuhan pokok, posko juga menyediakan layanan konseling bagi dosen, tendik, dan mahasiswa yang mengalami dampak psikologis akibat gempa.
Rektor UNIKA Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic., Theol., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar kampus terhadap sivitas akademika yang terdampak bencana.
“Bantuan sembako ini mungkin sederhana, tetapi kami memberikannya dengan hati yang besar. Di tengah musibah gempa yang menimpa kita, kami ingin agar Bapak/Ibu yang rumahnya mengalami kerusakan berat merasakan bahwa UNIKA St. Paulus tidak membiarkan siapa pun berjalan sendirian,” ujar Manfred.
Baca juga: Wapres Gibran Kunjungi Korban Gempa Flores di Posko Golo Conggo Reok, Manggarai NTT
Menurut dia, kondisi pascabencana membutuhkan kebersamaan. Sivitas akademika, kata dia, perlu saling menopang selama proses pemulihan.
“Kita adalah satu keluarga. Ketika ada yang terluka dan mengalami kesulitan, kita hadir untuk saling menguatkan. Semoga bantuan kecil ini sedikit meringankan beban dan menjadi tanda kasih serta solidaritas kita,” katanya.
Ketua YASPAR, RD. Ledobaldus Roling Mujur, menegaskan yayasan bersama UNIKA Santu Paulus Ruteng akan terus mendampingi dosen, tendik, dan mahasiswa yang terdampak gempa.
“Kami hadir di hadapan Bapak/Ibu sebagai bentuk kepedulian kami terhadap keluarga dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng,” kata Ledobaldus.
Ia mengatakan keluarga besar UNIKA dan YASPAR tidak boleh menghadapi situasi pascabencana seorang diri.
Baca juga: Viral Video Camat Laut Manggarai Timur Adu Mulut dengan Anggota BNPB soal Pembagian Bantuan Gempa
“Kita merupakan satu keluarga besar,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Ledobaldus meminta tim asesmen memeriksa kondisi rumah dosen dan tendik yang terdampak gempa.
Asesmen tersebut diperlukan untuk memetakan tingkat kerusakan rumah sekaligus menentukan bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada masing-masing keluarga.
“Mari kita terus bangun komunikasi untuk menyikapi situasi ini,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Stanislaus Hermaditoyo atau Pak Stenly, dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng, mengapresiasi perhatian kampus dan YASPAR kepada keluarga yang terdampak gempa.
Menurut Stenly, kehadiran kampus dan yayasan membuat dirinya dan keluarga merasa tidak menghadapi situasi pascagempa seorang diri.
“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak YASPAR dan Kampus UNIKA St. Paulus Ruteng yang telah ambil bagian dalam situasi kami pascagempa bumi 15 Agustus 2026,” ujar Stenly.
Ia mengatakan bantuan yang diterimanya bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perhatian dari kampus dan yayasan juga memberikan kekuatan moral bagi keluarga yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“Saya dan keluarga merasa bahwa kami menjadi bagian dari keluarga besar UNIKA Ruteng dan YASPAR. Saya bukan hanya sebagai karyawan di yayasan dan pekerja di kampus, melainkan anggota keluarga besar,” katanya.
Stenly juga mengapresiasi kehadiran Rektor UNIKA dan Ketua YASPAR yang secara langsung menemui keluarga terdampak.
“Kehadiran YASPAR dan Kampus UNIKA Ruteng memberikan kami kekuatan baru. Saya dan keluarga tidak sendiri dalam menghadapi kondisi dan situasi ini pascagempa bumi 15 Agustus 2026,” ujarnya.
Selain bantuan material, Posko Tanggap Darurat dan Solidaritas UNIKA Santu Paulus Ruteng menyediakan layanan konseling bagi sivitas akademika yang membutuhkan pendampingan psikologis.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membantu pemulihan keluarga besar UNIKA, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun menghadapi dampak psikologis setelah bencana.
“Semoga UNIKA dan Yayasan selalu hadir dalam setiap situasi dan kondisi karyawan seperti ini. Kehadiran YASPAR dan UNIKA Ruteng memberikan kami kekuatan baru,” kata Stenly.