Museum Bukan Sekadar Tempat Benda Kuno, Pemprov NTB Ajak Warga Jaga Sejarah dan Budaya
Idham Khalid August 22, 2026 09:22 AM

 

Laporan TribunLombok.com, Hidayatullah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Asisten II Setda Provinsi NTB Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Lalu Moh. Faozal, mengajak seluruh masyarakat ikut membangun dan mengenalkan Museum Negeri NTB agar semakin dekat dengan generasi muda.

Menurut Faozal, museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Museum memiliki fungsi penting sebagai ruang edukasi yang membantu masyarakat memahami perjalanan sejarah, kebudayaan, dan peradaban NTB dari masa lalu hingga masa depan.

Hal tersebut disampaikan Faozal dalam kegiatan Museum Begawe Vol. 3 yang mengusung tema “Kotaku Museumku, Kampungku Museumku” di Lapangan Mantar Museum NTB, Mataram, Jumat (21/8/2026).

Faozal menegaskan pembangunan dan pengembangan museum tidak dapat hanya dibebankan kepada kepala museum maupun pengelola. Diperlukan keterlibatan masyarakat agar museum benar-benar menjadi ruang bersama.

“Kalau sendirian kepala museum untuk bisa membangun museum ini, pasti tidak bisa, butuh kerja bersama itu yang selalu kita coba kerja bersama itu,” ujar Faozal.

Ia juga menekankan seluruh koleksi yang tersimpan di Museum Negeri NTB merupakan bagian dari kekayaan masyarakat NTB. Karena itu, keberadaan dan pengelolaannya harus mendapat perhatian bersama.

“Ini adalah milik bersama. Koleksi yang ada di museum ini adalah milik warga NTB. Bukan milik kepala museum, bukan milik siapa, tapi milik warga masyarakat NTB,” ungkapnya.

Faozal menilai Museum Negeri NTB semakin memiliki warna dalam pengembangan kebudayaan. Koleksi yang ada di dalamnya tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga dapat menjadi media untuk memahami kondisi masa kini dan membangun perspektif mengenai masa depan.

Menurutnya, museum harus mampu menjadi wahana edukasi visual bagi generasi muda. Dengan melihat langsung koleksi yang tersimpan, masyarakat dapat memahami perjalanan NTB secara lebih konkret, tidak hanya melalui cerita.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Arifin, turut mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap museum.

Baca juga: Kenang Putri Kerajaan Thailand, Asisten II Dorong Museum NTB Aktif Gaet Dana Pusat

Ia mengatakan museum selama ini masih kerap dipersepsikan hanya sebagai tempat menyimpan barang-barang lama atau benda antik. Padahal, museum menyimpan banyak aspek yang dapat dipelajari dan ditelusuri.

“Museum ini kita harus mengubah cara pandang orang di luar sana atau mindset orang-orang, museum itu bukan hanya identik dengan barang-barang yang sudah lama tapi banyak hal yang harus kita lihat di museum ini,” ujar Arifin.

Menurutnya, perubahan perspektif tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melihat museum sebagai tempat yang membosankan.

Salah seorang pengunjung, Wahid (55), memberikan apresiasi kepada pengelola Museum Negeri NTB yang dinilainya telah bekerja dengan pendekatan yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap museum.

Ia menilai museum memiliki posisi strategis sebagai ruang edukasi dan penelitian, terutama untuk mempelajari sejarah serta perjalanan peradaban masyarakat NTB.

“Teman-teman di sini kita kasih apresiasi yang tinggi karena mereka bekerja dengan cinta museum dan akhirnya membuat masyarakat cinta museum,” ungkap Wahid.

Menurutnya, museum juga dapat menjadi representasi wajah sebuah kota dan peradaban. Keberadaannya menjadi penting dalam memperkenalkan identitas dan perjalanan kebudayaan suatu daerah.

“Posisi yang paling penting adalah museum ini sebagai wahana untuk edukasi, wahana untuk penelitian terutama penelitian histori, sejarah dan bagaimana melihat peradaban dan kebudayaan kita,” ujarnya.

Eksplorasi Museum

Museum Begawe Vol. 3 diawali dengan pertunjukan musik, kemudian dilanjutkan pembukaan dan sambutan sejumlah tokoh.

Rangkaian utama kegiatan ditutup dengan eksplorasi Museum Negeri NTB bersama Faozal yang didampingi Bunyamin. Para peserta diajak melihat langsung berbagai koleksi yang tersimpan di museum.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pertunjukan musik. Para tamu undangan dan pengunjung tampak menikmati rangkaian acara sekaligus menjelajahi koleksi Museum Negeri NTB.

Melalui kegiatan tersebut, museum diharapkan tidak lagi dipandang sebatas tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan sebagai ruang publik untuk belajar, menelusuri identitas, dan memahami perjalanan masyarakat NTB dari masa ke masa.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.