Misteri Pembakaran Gedung MI YAPPI Natah Terungkap, Terduga Pelaku Kakak Beradik
Hari Susmayanti August 22, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Misteri pembakaran gedung sekolah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya terungkap.

Polisi yang melakukan penyelidikan mendalam akhirnya berhasil mengamankan pelaku pembakaran.

Ada dua terduga pelaku pembakaran gedung MI YAPPI Natah yang diamankan polisi.

Keduanya diketahui kakak beradik yang seluruhnya perempuan berusia 15 tahun dan 14 tahun.

Belum diketahui motif pembakaran ini.

Dikutip dari Kompas.com, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto dalam konferensi pers di Mapolres Gunungkidul, Jumat (21/8/2026) mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pembakaran setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

 "Berhasil mengamankan dan meminta keterangan daripada terduga pelaku anak. Dua orang pelaku anak ini kakak adik. Semuanya perempuan," kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto dalam konferensi pers di Mapolres Gunungkidul, Jumat (21/8/2026).

Polisi, kata Tri, melibatkan sejumlah pihak terkait dalam menangani kasus ini.

Adapun kedua terduga pelaku saat ini sudah diserahkan kembali kepada orang tuanya.

Meski begitu, proses penyelidikan tetap berlanjut.

Baca juga: Ketahanan Nasional Rendah, 94 Persen Implan Ortopedi Masih Impor

Pembakaran Dilakukan Selasa Malam

 

Kepala Sekolah MI YAPPI Natah, menunjukkan kerusakan sekolah akibat dirusak orang tidak dikenal, Kamis (20/8/2026)
Kepala Sekolah MI YAPPI Natah, menunjukkan kerusakan sekolah akibat dirusak orang tidak dikenal, Kamis (20/8/2026) (Kompas.com/Markus Yuwono)

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut Tri, pembakaran gedung sekolah dilakukan oleh kedua pelaku pada Selasa (18/8/2026) malam. 

Mereka menggunakan solar dan sejumlah alat seperti kertas hingga jerami. 

"Dari TKP tersebut ditemukan ada satu botol Aqua berisikan sisa-sisa solar dan satu botol air mineral," kata dia. 

Sementara itu Kapolsek Nglipar AKP Paryadi mengatakan, keduanya merupakan anak kurang mampu. 

" Ibunya ini sebagai orang pencari rongsok," kata dia. 

 "Di dapur itu yang jelas satu pintu kami terbakar, di atas ruang kantor blandar kurang lebih 1 meteran terbakar, beberapa Reng terbakar kemudian jatuh menimpa di asbes," kata Dedy ditemui wartawan di lokasi, Rabu. 

Pelaku diduga sengaja menyiramkan solar ke gedung sekolah dan sempat membakar satu pintu. 

Ia mengatakan, dari ruang dapur sampai ruang kelas 4 yang berada di ujung sekolah ditemukan ceceran diduga solar. 

Di area belakang sekolah juga ada beberapa titik. 

"Di depan ruang kelas ada kertas yang ditata sedemikian rupa kelihatannya disengaja," kata dia. 

Kegiatan Belajar Mengajar Dipindah 

Akibat kejadian ini, kegiatan belajar mengajar dialihkan karena gedung sekolah masih dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. 

Dedy Irawan mengatakan, pihak sekolah mengalihkan kegiatan belajar mengajar 109 siswa ke tiga lokasi, yakni Masjid Arohma, Mushala Al Azmi, dan Balai Padukuhan Blembeman 1.

Ketiga lokasi tersebut berada tidak jauh dari gedung sekolah. 

Pihaknya bersama Kalurahan, Kementerian Agama, dan Kapanewon juga membahas rencana ke depan apabila proses penyelidikan berlangsung cukup lama. 

Menurut dia, perlu disiapkan lokasi pengganti yang lebih layak agar kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan dengan baik. "Ini kita lakukan untuk kedepannya," ucap Dedy.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.