Kapolda Kaltara dan Ketua Bhayangkari jadi Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh Malinau
Amiruddin August 22, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM – Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara, Santi Agus Wijayanto, menerima kehormatan sebagai Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau.

Penganugerahan sebagai Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh Malinau, berlangsung dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna, pada Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda Kaltara di Kabupaten Malinau.

Sebagai informasi, jarak darat dari pusat Kabupaten Malinau (Malinau Kota) ke Tanjung Selor yang merupakan ibu kota Kaltara sekitar 201 kilometer.

Waktu tempuh normal perjalanan darat menggunakan kendaraan bermotor atau bus dari Malinau ke Tanjung Selor sekitar 4 hingga 6 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan ruas jalan. 

Prosesi adat penganugerahan Kapolda Kaltara sebagai Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh Malinau dihadiri oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa; Ketua DPRD Malinau, Ping Ding; jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau, para ketua lembaga adat, tokoh masyarakat, serta keluarga besar masyarakat adat Dayak Lundayeh.

Dalam prosesi tersebut, Kapolda Kaltara dan Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara menerima pemasangan rompi adat Dayak Lundayeh sebagai simbol penerimaan, penghormatan, kepercayaan, dan persaudaraan dari keluarga besar masyarakat adat Dayak Lundayeh.

 

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto 220826
WARGA KEHORMATAN - Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara, Ny Santi Agus Wijayanto, menerima kehormatan sebagai Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau. Penganugerahan sebagai Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh Malinau, berlangsung dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna, pada Jumat (21/8/2026). (Humas Polda Kaltara)

 

Baca juga: My City Hotel Tarakan Jalani Risk Assessment Ditpamobvit Polda Kaltara, Ini Hasilnya

Ketua Lembaga Adat Dayak Lundayeh dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan kehormatan, atas kehadiran Kapolda Kaltara yang berkenan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat adat Dayak Lundayeh.

“Kami Keluarga Besar Masyarakat Adat Dayak Lundayeh mendapat kehormatan yang luar biasa, di mana Bapak Kapolda Kaltara dapat menempatkan diri hadir di tengah-tengah masyarakat Lundayeh seperti yang terjadi pada hari ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat adat Dayak Lundayeh senantiasa menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat, yang telah diwariskan oleh para leluhur secara turun-temurun hingga saat ini.

Sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan dalam semangat persaudaraan, Keluarga Besar Dayak Lundayeh kemudian memberikan nama adat kehormatan kepada Kapolda Kaltara, Irjen Pol Agus Wijayanto, yaitu “Belawan Tadem.”

Pemberian nama adat tersebut memiliki makna dan harapan yang mendalam.

Nama “Belawan Tadem” diharapkan menjadi lambang pribadi yang teguh dalam memegang prinsip, serta kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Karena itu, ketika kami memberikan nama, kami menitipkan sebuah doa dan harapan,” lanjut Ketua Lembaga Adat Dayak Lundayeh.

Pemberian nama adat tersebut menjadi simbol ikatan persaudaraan antara Kapolda Kaltara dengan masyarakat adat Dayak Lundayeh.

Kehormatan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari prosesi adat, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan, dan harapan, agar Kapolda Kaltara senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Kapolda Kaltara menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar masyarakat adat Dayak Lundayeh, atas penerimaan dan kehormatan yang diberikan kepada dirinya bersama keluarga.

Menurut Kapolda Kaltara, pemasangan rompi adat dan pemberian nama kehormatan tersebut bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan merupakan bentuk penerimaan, kepercayaan, dan persaudaraan yang diberikan dengan tulus oleh masyarakat adat Dayak Lundayeh.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada seluruh keluarga besar Adat Dayak Lundayeh, atas kehormatan yang diberikan kepada kami,” ujar Kapolda Kaltara.

Kapolda Kaltara menegaskan bahwa kehormatan tersebut juga membawa tanggung jawab moral, untuk senantiasa menjaga persaudaraan, menghormati nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, serta bersama-sama merawat keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menilai keberagaman suku, adat, budaya, bahasa, dan tradisi yang dimiliki Kalimantan Utara merupakan kekuatan sekaligus kekayaan daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai identitas masyarakat serta perekat persatuan.

Bagi Polda Kaltara, para tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keamanan yang kuat, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga tumbuh dari kepercayaan, komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Kapolda Kaltara berharap hubungan antara Polda Kaltara, Polres Malinau, Pemerintah Daerah, para tokoh adat, dan seluruh masyarakat dapat semakin erat dalam membangun situasi yang aman, damai, dan harmonis.

“Apabila ada persoalan, mari kita bicarakan bersama.

Apabila ada perbedaan, mari kita selesaikan dengan musyawarah.

Dan apabila ada hal yang dapat kita kerjakan bersama untuk kepentingan masyarakat, mari kita lakukan dengan semangat persaudaraan,” tegasnya.

Prosesi penerimaan Kapolda Kaltara dan Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara sebagai warga kehormatan adat Dayak Lundayeh tersebut, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat.

Pemberian nama adat “Belawan Tadem” sekaligus menjadi simbol persaudaraan dan komitmen bersama, untuk terus menjaga Malinau dan Kalimantan Utara, sebagai rumah bersama yang aman, damai, harmonis, serta menjunjung tinggi keberagaman dan kelestarian budaya.

 

Baca juga: Profil Kombes Sarly Sollu, Eks Dansat Brimob Polda Kaltara Kena Mutasi Polri, Ini Jabatan Barunya

Profil Irjen Pol Agus Wijayanto 

Irjen Pol Agus Wijayanto memiliki nama lengkap Irjen Pol Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H.

Irjen Pol Agus Wijayanto adalah Karowabprof Divpropam Polri sejak sejak 4 Agustus 2022, hingga Mei 2026

Polisi kelahiran Agustus 1970 ini menggantikan posisi Irjen Pol Anggoro Sukartono yang dimutasi sebagai Karopaminal Divpropam Polri.

Irjen Agus Wijayanto adalah alumni Akademi Kepolisian atau Akpol 1993.

Agus Wijayanto berpengalaman dalam bidang lantas, dan juga Propam.

Irjen Agus Wijayanto juga berkarier cemerlang selama berdinas sebagai anggota Polri.

Berbagai jabatan strategis di Polri sudah pernah diemban alumni Akpol 1993 itu.

Agus tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Probolinggo Kota.

Ia juga sempat mengemban jabatan sebgaai Kapolres Tulungagung pada 2010.

Karier Agus Wijayanto makin moncer tatkala ia didapuk sebagai Wadirlantas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pada 2013, Agus Wijayanto diutus untuk menjabat sebagai Dirlantas Polda Sulteng.

Dua tahun kemudian, Agus Wijayanto diangkat menjadi Kepala SPN Batua Polda Sulawesi Selatan.

Setelah itu, Perwira Tinggi yang berpengalaman di bidang lantas dan propam ini dimutasi sebagai Analis Kebijakan Lemdiklat dalam rangka sekolah Sespimti pada 2016.

Semenjak itu, karier Agus Wijayanto kian meroket seiring berjalannya waktu.

Pada 2017, Agus Wijayanto ditugaskan untuk menduduki posisi jabatan sebagai Dirlantas Polda Sulsel.

Kemudian, polisi dengan baret biru itu diutus menjadi Kabaggetika Rowabprof Divpropam Polri pada 2019.

Pada 2020, Agus lalu ditugaskan sebagai Sesrowabprof Divpropam Polri.

Baru setelah itu pada 2022 Irjen Agus Wijayanto diangkat sebagai Karowabprof Divpropam Polri.

Kini Irjen Agus Wijayanto promosi jadi Kapolda Kaltara sesuai daftar mutasi Polri terbaru Mei 2026.

Berikut rincian lengkap jabatan yang pernah diembannya:

Kapolres probolinggo Kota

Kapolres Tulungagung (2010)

Wadirlantas Polda Kalsel

Dirlantas Polda Sulteng (2013–2015)

Kepala SPN Polda Sulsel (2015–2016)

Anjak Lemdiklat (sekolah sespimti 2016)

Dirlantas Polda Sulsel (2017–2019)

Kabaggetika Rowabprof Divpropam Polri (2019–2020)

Sesrowabprof Divpropam Polri (2020–2022)

Karowabprof Divpropam Polri (2022-2026)

Kapolda Kaltara (2026-sekarang)

Baca juga: 65 Personel Polda Kaltara Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 11,5 Hektare di Bulungan

(Adv)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.