Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 5.012 Kejadian, Bupati Manggarai Minta Warga Tenang dan Waspada
Edi Hayong August 22, 2026 01:19 PM

POS-KUPANG.COM, RUTENG- Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai menyampaikan laporan bahwa aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih terus berlangsung hingga Sabtu, 22 Agustus 2026.

Berdasarkan pembaruan informasi aktivitas gempa susulan hingga 22 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 5.012 kejadian gempa bumi susulan sejak gempa utama terjadi pada 15 Agustus 2026.

Dari keseluruhan aktivitas tersebut, gempa susulan dengan magnitudo terbesar tercatat M6,2, sementara magnitudo terkecil M1,1.

Baca juga: Gempa Susulan Flores Mencapai 5.012 Kali, BMKG: Mulai Menunjukkan Penurunan

Sebanyak 31 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas M5, sedangkan 124 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pembaruan pada 21 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, yang mencatat 4.638 kejadian gempa susulan dengan 119 kejadian di antaranya dirasakan masyarakat.

Meski aktivitas gempa susulan masih berlangsung, pemantauan terhadap grafik peluruhan menunjukkan bahwa pola aktivitas gempa mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan pola tersebut, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu setelah gempa utama.

Bupati Manggarai: Tetap Tenang, Waspada dan Ikuti Informasi Resmi

Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengurangi kewaspadaan, mengingat aktivitas gempa susulan masih terus terjadi.

Bupati menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik setiap kali terjadi gempa susulan.

Namun, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan masih tinggal di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki atau menggunakan kembali bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.

Baca juga: GMNI Kupang dan Universitas Muhammadiyah Kupang Bahas Nasib Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan kondisi masyarakat di lapangan.

Penanganan masa tanggap darurat tetap diarahkan pada keselamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta percepatan penanganan dampak kerusakan akibat gempa.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Yang paling penting adalah masyarakat tetap tenang, tetapi tetap waspada. Ikuti informasi resmi dan petunjuk dari pemerintah serta pihak berwenang. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya,” demikian pesan Bupati kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi terus melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu.

Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai serta segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat atau kerusakan baru di lingkungan masing-masing.

Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai akan terus menyampaikan pembaruan informasi berdasarkan data resmi dan perkembangan situasi di lapangan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.