Obor Pemuda GMIM, Renungan Minggu 23 Agustus 2026, Takut Tuhan dan Beribadahlah Kepada-Nya
Chintya Rantung August 22, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan Minggu 23 Agustus 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Yosua 24:1-28.

Tema perenungan adalah Takutlah Akan Tuhan dan Beribadahlah Kepada-Nya dengan Tulus Ikhlas dan Setia.

Khotbah:

Sobat Obor,bagaimanakah ibadah yang engkau lakukan dihadapan Tuhan?

Apakah itu hanya sebuah rutinitas yang di dalam persekutuan di tempat ibadah atau rumah gereja semata?

Ataukah sebuah panggilan iman yang bukan hanya sekedar aktivitas dalam peribadatan tetapi juga dia nyata dalam kehidupan sehari-hari?

Apakah kita memisahkannya ataukah keduanya bagaikan dua keping mata uang logam yang tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lainnya?

lbadah dalam pengertian Ibrani berasal dari kata avodah dari akar kata avad, yang berarti bekerja, mengabdi, melayani dan mengerjakan. 

Dalam konsep orang Yahudi kata ini memiliki tiga pengertian utama yang tidak dapat dipisahkan yaitu: ibadah, pekerjaan dan pelayanan.

Dengan demikian maka kita harus memaknai bahwa avodah adalah ibadah dalam kehidupan iman percaya yang nampak dalam setiap kerja atau aktivitas sehari-hari.

Tidak mungkin seorang yang rajin beribadah tetapi kemudian dalam aktivitasnya sehari-hari tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Orang percaya yang beribadah kepada Tuhan menampakkan kehidupan imannya dalam pergaulannya dimana saja.

Sebab dengan demikian maka semua orang percaya memiliki sikap hidup yang takut akan Tuhan atau menghormati Tuhan dengan tidak melakukan kesalahan dan dosa dalam hidupnya.

Setiap orang yang rajin beribadah maka mereka akan menjadi pribadi yang menghormati Tuhannya dengan sikap hidup yang tulus, ikhlas dan tentu saja setia dalam kehidupan yang dijalani setiap waktu. 

Sobat obor, dalam bacaan kita di minggu berjalan ini Yosua juga mengingatkan kembali orang Israel sebelum dia mati dan sebelum mereka menaklukkan Kanaan.

Bacaan ini menegaskan kembali janji Tuhan yang tidak berubah. Berbeda dengan janji manusia yang seringkali berubah
ubah.

Yosua menegaskan kembali kepada umat Israel agar kembali melihat kesetiaan Tuhan terhadap mereka.

Oleh karena itu di Sikhem dia mengumpulkan semua suku Israel serta memanggil para tua-tua dan kepala kaumnya, para hakim dan para pengatur pasukan (ay. 1).

Yosua kemudian menceritakan kembali sekaligus menegaskan siapa Tuhan yang mereka percayai. Bahwa Dia Tuhan yang telah memanggil nenek moyang mereka yakni Terah, ayah Abraham dan Nahor yang dulu masih beribadah 
kepada ilah-ilah lain.

Kemudian mereka diberkati setelah mengikuti Tuhan dengan dua orang anak yakni Esau dan Yakub. Setelah itu Yakub dan 
keturunan dijadikan budak di Mesir.

Tetapi Tuhan tidak membiarkan mereka malahan Tuhan membebaskan dan menulahi orang Mesir kemudian seteiah itu bertahun-tahun lamanya mereka tinggal di padang gurun (ay. 2-7).

Setelah itu Tuhan juga menunjukkan penyertaan-Nya kepada umat-Nya dengan menyerahkan atau memberikan bangsa-bangsa lain sehingga mereka menerima tanah dan kota yang dinikmati hasilnya oleh umat-Nya (ay. 8-13).

Oleh karena itu Yosua mengajak mereka kembali dan mau agar semua umat Israel berkomitmen takut akan Tuhan dan 
beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.

Hal ini diawali oleh diri Yosua dan keluarganya dan kemudian diikuti oleh semua orang Israel dengan mengatakan sekali-kali kami tidak akan meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada ilah-ilah lain (ay.14-18).

Kemudian Yosua mengikat janji ini dengan membuat ketetapan dan peraturan yang ditulisnya dalam kitab hukum Allah dan mendirikan batu besar sebagai tempat kudus Tuhan dan sesudahnya mereka kembali ke milik pusakanya (ay.19-28) 

Sobat obor, meialui Yosua kita diingatkan agar hidup yang dijalani tidak melupakan Tuhan.

Sehingga hidup takut akan Dia ditunjukkan dalam ibadah yang bukan hanya sekedar ada dalam rumah gereja tetapi dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah aktivitas kita setiap waktu.

Takut akan Tuhan menjadikan kita berkomitmen untuk hidup tulus ikhlas dan setia.

Hal ini akan menjadikan kehidupan di masa muda dijalani dengan iman yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan dengan 
baik sehingga hidup jauh lebih diberkati dan mampu menjaga kekudusan agar tidak mudah jatuh dalam dosa.

Dan apabila jatuh dalam dosa cepat bangkit serta sadar untuk kembali pada kebenaran dan menyesali dosa yang dilakukan.

Inilah hidup yang takut akan Tuhan dengan terus mencari Tuhan dalam persekutuan serta menunjukkannya dalam sikap hidup yang menyenangkan hati Tuhan. Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.