Ahmad Luthfi Bangga Alumni SMA 1 Semarang Kembali Berkumpul, dari Nostalgia hingga Legacy
muh radlis August 22, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Suasana penuh nostalgia terasa dalam Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 tahun 2026.

Ribuan alumni SMA 1 Kota Semarang dari berbagai generasi kembali bertemu setelah menempuh perjalanan hidup dan karier masing-masing.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut mengapresiasi pertemuan lintas generasi tersebut.

Baginya, mempertemukan kembali alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dan menjalani profesi berbeda bukan perkara mudah.

“Tidak gampang mengumpulkan balung yang pisah,” ujar Ahmad Luthfi, menggambarkan sulitnya mempertemukan kembali para alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi.

Reuni tersebut semakin istimewa karena dihadiri sejumlah alumni yang kini menempati posisi strategis.

Mereka antara lain berasal dari pemerintahan, dunia usaha, hingga berbagai sektor profesional.

Baca juga: Ini Respon Pemprov Jateng Soal AMPB Pati Gelar Aksi di Jakarta

 

Ketika Pejabat Kembali Jadi Anak SMA

Ahmad Luthfi mengingatkan para alumni agar tidak menjadikan jabatan dan pencapaian sebagai pusat cerita dalam reuni.

Menurutnya, pertemuan semacam ini justru menjadi kesempatan untuk kembali ke suasana masa sekolah.

Ia bahkan berseloroh bahwa para alumni yang kini menduduki jabatan penting tidak akan sibuk membicarakan pekerjaan ketika bertemu teman lama.

Cerita tentang pemerintahan, politik luar negeri maupun pembangunan Ibu Kota Nusantara diperkirakan kalah menarik dibanding kenangan ketika masih berseragam putih abu-abu.

“Yang diceritakan adalah bagaimana dia saat itu bolos dan lain sebagainya.

Pak Wakil Gubernur Kaltim tidak akan bercerita tentang IKN. Yang diceritakan adalah masa dulu,” katanya saat memberi sambutan acara, Sabtu (22/8).

Kenangan tentang pertemanan, kenakalan remaja, hingga kisah percintaan masa SMA menjadi bagian dari nostalgia yang membuat reuni lintas generasi terasa lebih personal.

 

Alumni Jadi Kekuatan Besar untuk Almamater

Di balik suasana temu kangen, Ahmad Luthfi melihat jejaring alumni sebagai aset penting bagi SMA 1 Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Para alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang dinilai dapat menjadi bagian dari kekuatan untuk mendukung pengembangan sekolah maupun pembangunan sumber daya manusia.

Ahmad Luthfi pun meminta para alumni tidak ragu menyampaikan apabila terdapat kebutuhan yang perlu diperhatikan di SMA 1.

“Kalau SMA 1 di sini kurang apa, sampaikan. Jangan saya, nanti koordinasi dengan dinas kita,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, keberhasilan para alumni menduduki posisi strategis menunjukkan bahwa SMA 1 mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan.

“Alumni ini menelorkan seorang leader, pimpinan dengan seluruh lapisan masyarakat yang kita punyai.

Tentu akan membuat suatu modal besar bagi sumber daya manusia Provinsi Jawa Tengah, khususnya SMA 1,” tuturnya.

 

Singgung Akses Pendidikan di Jawa Tengah

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi juga menyampaikan sejumlah program pemerintah provinsi di sektor pendidikan.

Ia mengatakan sekitar 237 ribu anak di Jawa Tengah telah memperoleh akses pendidikan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 anak berasal dari keluarga miskin ekstrem yang mendapatkan bantuan agar tetap bisa melanjutkan sekolah.

Program tersebut turut melibatkan 129 SMA swasta. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.

Bagi Ahmad Luthfi, keberadaan alumni yang sukses di berbagai bidang menjadi gambaran bahwa investasi pada pendidikan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi masyarakat.

Ia berharap jaringan alumni SMA 1 tidak hanya menjadi tempat berbagi kenangan, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan yang mampu memberi manfaat bagi sekolah dan lingkungan sekitar.

“Ini adalah perwujudan daripada di mana langit, bumi itu dipijak, langit itu kita junjung,” pungkasnya.

 

Reuni 3.000 Alumni Tak Berhenti pada Nostalgia

Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 tahun 2026 digelar dengan konsep yang lebih luas daripada sekadar temu kangen.

Mengusung tema “Beyond Nostalgia – From School to Nation”, rangkaian kegiatan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026.

Panitia memperkirakan sekitar 3.000 alumni dari berbagai angkatan akan ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 Koeshartanto atau Koes, Alumni Angkatan 1980, mengatakan konsep kegiatan sengaja dibuat agar pertemuan alumni dapat meninggalkan manfaat nyata.

“Reuni ini kami desain bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi bagaimana alumni bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi sekolah, masyarakat, dan generasi berikutnya,” ujar Koes saat ditemui disela penanaman Pohon Baobab di SMA 1 Kota Semarang, Kamis (20/8).

Salah satu pesan utama reuni tersebut adalah memperkuat hubungan antaralumni lintas angkatan.

Panitia ingin persaudaraan yang terbentuk sejak masa sekolah tetap terjaga meski para alumni telah menjalani kehidupan dan profesi yang berbeda.

Koes menyebut persatuan dan persaudaraan justru menjadi warisan paling penting dari kegiatan tersebut.

“Legacy kita bukan barang, bukan harta, tetapi persatuan. Persaudaraan kita, itu yang kami masukkan dalam tema Living Legacy,” ujarnya.

Selain penanaman pohon dan agenda lingkungan, rangkaian Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 juga diisi berbagai kegiatan.

Di antaranya Youth & Social Issues Summit, heritage dan revitalisasi sekolah, Cultural Night, agenda alumni, kegiatan UMKM, serta Fun Run dan Fun Walk.

Dengan konsep tersebut, reuni alumni SMA 1 Semarang mencoba mempertemukan dua hal sekaligus: menghidupkan kembali kenangan masa sekolah dan membangun sesuatu yang bisa dirasakan generasi setelahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.