TRIBUNNEWS.COM, MBAY - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah tempat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau secara langsung penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo dan melihat langsung kondisi pengungsi dan pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo.
Kepastian kunjungan Presiden Prabowo disampaikan Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026) malam.
"Bapak Presiden di Nagekeo itu selain di Lapangan Berdikari, beliau juga ke RSUD Aeramo lalu ada cadangan kunjungan kalau waktu memungkinkan dia mau ke posko utama, beliau diperkirakan berada di Nagekeo sekitar 2 jam 40 menit," jelas Wabup Gonzalo yang juga merupakan Ketua Satgas Penangananan Bencana Kabupaten Nagekeo.
Presiden Prabowo akan berinteraksi dengan pengungsi di Lapangan Berdikari dan penyerahan bantuan presiden secara simbolis serta penyerahan uang duka kepada ahli waris korban meninggal dunia.
Wabup Gonzalo menyatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo juga telah menyiapkan data kerusakan mulai dari rumah warga, fasilitas umum, perkantoran, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jalan dan jembatan, kebutuhan pengungsi hingga lahan pertanian untuk diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Besok kita rencana serahkan laporan bencana alam di Kabupaten Nagekeo kepada Presiden, sudah kita siapkan," pungkasnya.
Ratusan korban gempa bumi di Desa Paumali, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat sudah mendapat bantuan sembako dari Presiden Prabowo Subianto.
Ironisnya, bantuan tersebut tidak langsung didistribusikan ke Desa Paumali namun harus diambil di Kantor Camat Keo Tengah yang berjarak kurang lebih 14 kilometer dengan jarak tempuh 4 jam 35 menit.
Baca juga: Bantuan Sembako dan Kebutuhan Bayi Kembali Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa NTT
Untuk sampai ke Kantor Camat Keo Tengah, Pemerintah Desa Paumali dan para korban bencana di wilayah itu harus melewati medan ekstrim dan mengeluarkan biaya sebesar Rp100 ribu.
Lebih ironisnya, bantuan Presiden untuk para korban bencana di Desa Paumali hanya berupa 9 kantong beras berukuran 2,5 kilogram, 9 bungkus kopi, dan beberapa sembako lain yang jumlahnya 9 namun semuanya berukuran kecil dan empat gelas pop mie.
Selain itu, hanya ada satu kotak Promina yang merupakan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan cemilan bayi seperti bubur bayi yang akan diberikan kepada satu orang bayi berusia 8-19 bulan yang paling membutuhkan di wilayah itu.
"Sore ini saya disuruh ambil bantuan di Kantor Camat Keo Tengah, kami sudah menerima bantuan yang ada, ini yang kami terima, dari tas ini bertuliskan Istana Kepresidenan Republik Indonesia tetapi dari bantuan yang ada ini jujur kami bingung bagaimana membagi ke masyarakat penerima dampak bencana ini karena itu kami mencoba dari 9 kantong beras berisi beras 2,5 kilogram ini kami akan bagi per RT satu-satu, begitu pula dengan kopi, sarden, semua ini jumlahnya 9 yang akan kami bagikan dengan cara seperti itu," ujar Kepala Desa Paumali, Primus Rabu, Jumat (21/8/2026).
Primus mengatakan pihak Pemerintah Desa Paumali akan mencoba mendistribusikan bantuan Presiden dengan jumlah yang sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan korban bencana gempa bumi seadil-adilnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada mengakui Pemerintah Kabupaten Nagekeo kesulitan mendistribusikan bantuan ke wilayah-wilayah pelosok karena medan ekstrem.
Baca juga: Pengungsi Gempa NTT di Nagekeo Baru Dapat Selimut dan Tikar, Sehari Sebelum Kunjungan Prabowo
"Jadi pengungsi mandiri itu tersebar hampir di 1000 titik lalu tenda mandiri itu di tempat yang kadang kala sulit untuk dijangkau, jauh, kadang untuk lebih nyaman mereka cari di tengah hutan, lalu jumlahnya sedikit, ada yang hanya lima orang jadi sulit," ujar Wabup Gonzalo.
Untuk pengungsi di wilayah-wilayah pelosok seperti Keo Tengah dan Mauponggo, Wabup Gonzalo mengaku kesulitan melakukan pendistribusian karena jalur jalan ekstrim dan melelahkan sehingga bantuan distribusikan ke kantor camat.
"Yang agak kesulitan itu seperti di Mauponggo, Nangaroro, Keo Tengah pegunungan, untuk menjangkau sampai kesana itu kan sulit karena pertama fasilitas jalan kemudian energi kita habis maka kita minta para camat dan kepala desa untuk himbau warganya untuk turun ke penampungan umum agar memudahkan pendistribusian bantuan," pungkasnya.
dan
Bantuan Presiden untuk Ratusan Korban Gempa Paumali Nagekeo Hanya 9 Kantong Beras