TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Tegal menghadapi persoalan serius dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Sejumlah sekolah mengalami kekurangan murid dan tidak memenuhi kuota daya tampung per kelas karena orang tua lebih memilih mendaftarkan anaknya di SD swasta.
Adapun hal itu sesuai informasi yang disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, Yogie Prihaksongko, saat ditemui wartawan di wilayah Kecamatan Adiwerna, Selasa (18/8/2026).
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, H Aziz Fauzan, mengungkapkan persoalan kekurangan murid terjadi di banyak SD Negeri dan cenderung merata tiap kecamatan.
"Terkait masalah ini, kami juga mendapat informasi banyak SD Negeri yang kekurangan siswa. Kondisinya hampir merata di SD Negeri se-Kabupaten Tegal," ungkap H Ozan, saat dimintai tanggapannya, Rabu (19/8/2026).
Menurut politikus PKB yang akrab disapa H Ozan, kondisi kekurangan murid paling banyak terlihat di SD Negeri yang berada di wilayah perkotaan.
Sekolah swasta di kawasan perkotaan dinilai mampu menarik minat orang tua karena memiliki program pendidikan dan fasilitas yang lebih beragam dan mumpuni.
Baca juga: Wartawan, Ojol hingga Klub Motor Dirangkul, Polisi Jateng Punya Cara Baru Sebarkan Pesan Keselamatan
"Mayoritas orang tua lebih melihat kualitas dan fasilitas di SD swasta. Selain itu SD swasta juga banyak program-program atau kegiatan ekstrakulikuler yang lebih lengkap dan bisa meningkatkan kapasitas siswa," ujarnya.
Menurut H Ozan, biaya pendidikan di SD Negeri relatif lebih ringan karena tidak membebankan biaya pendidikan seperti sekolah swasta.
Namun, faktor biaya kini bukan satu-satunya pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah.
Maka dari itu, H Ozan menilai SD Negeri perlu berbenah, terutama dari sisi fasilitas dan inovasi pembelajaran yang perlu diperkuat.
Tapi ia juga tidak menampik, ketergantungan terhadap anggaran pemerintah untuk pembenahan sarana dan prasarana menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sekolah negeri.
"Ketika anggaran SD Negeri kurang, guru melakukan inovasi maupun perbaikan fasilitas dan sarana prasarana pembelajaran juga kesulitan," tuturnya.
H Ozan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal biasa (sepele).
Peningkatan kualitas SD Negeri penting agar sekolah milik pemerintah kembali menjadi pilihan utama masyarakat khususnya di Kabupaten Tegal.
"Harapan kami, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal lebih memperhatikan SD Negeri agar mampu bersaing dengan SD Swasta. Jangan menganggap persoalan kekurangan murid yang terjadi sebagai hal sepele," tegasnya. (dta)