BANGKAPOS.COM -- Sebelum melihat kunci jawaban mata pelajaran IPS kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka, siswa harus mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu.
Pada buku IPS kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka terdapat tugas di halaman 40 41 42 43 44 45 46 47.
Tugas tersebut ada pada Lembar Aktivitas 5 dan Lembar Aktivitas 6, Studi Kasus tentang Sejarah Bank Indonesia.
Baca juga: Soal Ujian Ekonomi Kelas 10 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap Kunci Jawaban: Ilmu Ekonomi
Selengkapnya berikut soal dan kunci jawaban IPS kelas 10 SMA halaman 40 - 47 Kurikulum Merdeka.
Lembar Aktivitas 5
Studi Kasus
Sejarah Bank Indonesia: Periode Pengakuan Kedaulatan RI sampai dengan Nasionalisasi DJB
Baca juga: Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 10 SMA Halaman 28 29 30 31 Kurikulum Merdeka, Materi Koperasi
Kunci jawaban:
1. Perubahan yang terjadi karena pengaruh pengakuan kedaulatan RI antara lain Indonesia dapat memiliki lembaga bank sentral sendiri.
Semula, fungsi bank sentral dipercayakan kepada De Javasche Bank (DJB). Kemudian, 17 Agustus 1950 pemerintah RIS dibubarkan dan kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada saat itu, kedudukan DJB tetap sebagai bank sirkulasi. Lantas, sejak berlakunya Undang-undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953, bangsa Indonesia telah memiliki sebuah lembaga bank sentral dengan nama Bank Indonesia.
Sebelum Bank Indonesia berdiri, segala kebijakan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran berada di tangan pemerintah.
Setelah Bank Indonesia berdiri, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memperkuat sistem perbankan melalui pendirian bank-bank baru.
Akhirnya, setelah sekian lama berlaku sebagai acuan hukum pengedaran uang di Indonesia, Indische Muntwet 1912 diganti dengan aturan baru yang dikenal dengan Undang-undang Mata Uang 1951.
2. Hal apa sajakah yang telah kalian pelajari dari tugas ini? Sebutkan minimal dua hal.
Kunci jawaban:
a. Kondisi ekonomi pasca diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda
b. Aksi yang dilakukan Indonesia untuk mengatasi kondisi tersebut dengan mengeluarkan UU Mata Uang di tahun 1951.
Lembar Aktivitas 6
Studi Kasus: Buah "Emas" yang Diperebutkan Dunia
Petunjuk kerja:
Tugas:
1. Analisislah Sumber Daya Alam (SDA) Kepulauan Banda pada abad ke 6 yang menjadi daya tarik berbagai bangsa datang ke kepulauan itu? Jelaskan pula manfaatnya bagi kehidupan
sehari-hari kalian?
2. Kegiatan ekonomi apa yang menonjol di Kepulauan Banda? Jelaskan!
3. Jelaskan bagaimana reaksi rakyat Banda menyikapi berbagai bangsa Eropa yang datang ke Kepulauan Banda?
4. Jelaskan hubungan antara Pulau Run (salah satu pulau di Kepulauan Banda) dan Manhattan, New York, pada tahun 1667?
Pertanyaan relektif:
Dari tugas ini, hal baru apa yang telah kalian ketahui dan ketrampilan baru apa yang telah kalian dapat.
Kunci jawaban:
1. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, sumber daya alam yang terkenal dan menjadi andalan kepulauan bandaadalah rempah-rempah, khususnya pala.
Sejak abad ke-6 pala Banda sudah terkenal bahkan hingga Byzantium, Pala Banda bahkan juga sudah dikenal hingga negara-negara lain di Eropa, sebelum era kolonialisme Belanda.
Manfaat pala bagi kehidupan sehari-hari kalian antara lain adalah:
2. Kegiatan Ekonomi yang menonjol di kepulauan Banda yaitu:
3. Pada awalnya rakyat Banda menyambut baik kedatangan bangsa Eropa ke Banda karena tujuan awal mereka adalah berdagang.
Namun, seiring waktu karena keserakahan bangsa Eropa, mereka menjadikan Banda sebagai daerah rebutan, mereka mulai ingin menginvasi dan mengusai Banda. dan akhirnya menyebabkan rakyat tidak menyukai kedatangan Bangsa Eropa.
4. Salah satu isi dari Traktat Breda adalah Inggris harus mengakhiri kekuasaan mereka di Pulau Run, Kepulaun Banda, dan menyerahkan kepada Belanda. Sebagai gantinya, koloni Belanda, Nieuw Amsterdam di Amerika Utara (kini Manhattan, New York) diserahkan ke Inggris.
Isi traktat lainnya adalah tentang pengaturan perdagangan. Menariknya pada Traktat Breda Inggris juga sempat menawarkan untuk menukar Nieuw Amsterdam dengan pabrik gula mereka di Suriname yang direbut oleh Belanda. Namun, Belanda bersikukuh menukar Nieuw Amsterdam.
(Bangkapos.com/TribunBali.com)