TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sektor kelautan dan perikanan masih menjadi salah satu potensi penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Hal itu terlihat dari produksi perikanan yang tercatat cukup besar, baik yang berasal dari wilayah perairan laut maupun danau.
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, produksi perikanan dari laut tercatat sebanyak 129.325,5 ton, sedangkan produksi dari danau mencapai 2.458,4 ton.
Baca juga: 46 Desa di Gorontalo Masuk Usulan Kampung Nelayan Merah Putih 2026, Ini Sebarannya
Jika kedua angka tersebut dijumlahkan, total produksi perikanan mencapai 131.783,9 ton atau sekitar 131,8 ribu ton.
Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan data tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Aryanto, angka tersebut menggambarkan besarnya aktivitas produksi perikanan yang berasal dari wilayah perairan Gorontalo.
"Produksi laut sebanyak 129.325.473 dan produksi danau 2.458.431, sehingga total produksi 131.783.904," kata Aryanto.
Produksi dari laut menjadi penyumbang terbesar dari keseluruhan angka produksi yang disampaikan DKP.
Dari total tersebut, produksi laut mencapai lebih dari 98 persen, sementara produksi danau berada di kisaran dua persen.
Besarnya produksi laut tersebut tidak terlepas dari karakteristik wilayah Gorontalo yang memiliki kawasan pesisir serta aktivitas masyarakat yang bergantung pada sumber daya kelautan.
Wilayah pesisir Gorontalo membentang di sejumlah kabupaten, mulai dari Boalemo, Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara hingga Pohuwato.
Kondisi tersebut membuat sektor perikanan laut menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain perikanan laut, perairan danau juga menjadi salah satu sumber produksi perikanan di Gorontalo.
Data DKP menunjukkan produksi danau mencapai 2.458,4 ton. Angka tersebut turut memberikan kontribusi terhadap total produksi perikanan yang tercatat.
Pengembangan Sektor Perikanan
Aryanto mengatakan potensi kelautan dan perikanan di Gorontalo perlu terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya serta kebutuhan masyarakat yang bergerak di sektor tersebut.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran dalam mendorong agar potensi yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Potensi kelautan dan perikanan yang ada perlu terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung perekonomian daerah," ujarnya.
Pengembangan sektor perikanan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut penguatan masyarakat yang bekerja di sektor kelautan dan perikanan.
Salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir dilakukan melalui berbagai program pembangunan dan pemberian dukungan kepada nelayan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih, misalnya, menjadi salah satu program yang diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan masyarakat nelayan di sejumlah wilayah Gorontalo.
Selain pembangunan kawasan, penguatan sektor perikanan juga membutuhkan dukungan terhadap aktivitas produksi masyarakat, baik yang bergerak di wilayah laut maupun perairan darat.
Dengan potensi yang dimiliki, peningkatan produksi diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terlibat langsung dalam sektor tersebut.
Di sisi lain, potensi produksi perikanan Gorontalo juga membuka peluang untuk pengembangan pasar yang lebih luas.
Produk perikanan yang dihasilkan masyarakat memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam daerah maupun di luar daerah.
Namun, pengembangan pasar tersebut tetap membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari produksi, penanganan hasil hingga distribusi.
Aryanto mengatakan pemerintah terus melihat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor yang perlu diperkuat.
"Harapannya tentu produksi perikanan ini terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan sumber daya perikanan juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi yang ada tetap dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Hal tersebut penting mengingat sebagian masyarakat Gorontalo menggantungkan pendapatan dari aktivitas perikanan.
Dengan total produksi yang mencapai 131.783,9 ton berdasarkan data DKP, sektor perikanan menunjukkan potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan.
Produksi laut masih menjadi bagian terbesar dari keseluruhan produksi, sementara produksi danau menjadi bagian lain yang turut menopang sektor perikanan daerah.
Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan nelayan, pembudidaya ikan, pengolahan hasil perikanan hingga perluasan akses pasar.
Langkah tersebut penting agar besarnya potensi produksi tidak hanya tercermin dari angka, tetapi juga dapat dirasakan melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Aryanto menegaskan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan dukungan serta sinergi berbagai pihak.
"Yang paling penting bagaimana potensi ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan tetap dijaga keberlanjutannya," pungkasnya. (*/Jefri)