TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Keluhan pengendara terkait antrean panjang saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) biosolar tak hanya menghabiskan waktu lama, namun juga harus menahan makan dan minum saat pengisian.
Cerita ini disampaikan oleh sejumlah pengendara yang TribunPadang.com temui saat mengantre BBM biosolar di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).
Salah satu pengendara bernama Vian (31) mengatakan harus menunda mengantarkan penumpang dari Padang dengan tujuan Payakumbuh.
Ia yang bekerja sebagai sopir angkutan umum, juga harus menahan rasa lapar dan haus ketika mengantre BBM biosolar.
"Antrean biosolar selalu lama, kadang satu hingga dua jam baru dapat. Ini saja saya belum makan dan minum dari pagi, demi mengantre," ucapnya saat memberikan keterangan sekira pukul 11.28 WIB.
Baca juga: UNP Bentuk Nagari Siaga Galodo di Tanah Datar, Warga Siapkan Langkah Hadapi Ancaman Bencana
Ia menyebut, saat pagi hari rutinitasnya memang dihabiskan untuk mengantre BBM, jika tidak angkutan umum yang dikendarainya tidak bisa mengantarkan penumpang.
Sehingga mendapatkan biosolar harus me hadi prioritas utama dari sarapan pagi.
"Kalau belum dapat ini rasanya tidak tenang, lebih baik menunda makan dan minum dari pada belum dapat biosolar," tegasnya.
Antrean panjang kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) biosolar masih terpantau mengular di SPBU 14.251.583, Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 10.22 WIB, tampak antrean kendaraan mengular panjang dari depan Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Sumbar.
Baca juga: Kenakan Busana Bundo Kanduang, Warga Gunung Pangilun Padang Gelar Lomba Malamang
Pantauan ini terlihat dari arah Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menuju kantor DPRD Sumbar.
Pada umumnya, banyak kendaraan truk boks, minibus, angkutan umum antar kota, hingga antar provinsi.
Antrean tampak mengular satu jalur dan memakan badan jalan.
Sesekali para sopir kendaraan tampak turun untuk melihat antrean di depannya, hingga mencari udara segar.
Di lapangan, kendaraan tampak menunggu lima hingga 10 menit untuk dapat melaju sedikit ke depan, lantaran yang di bagian SPBU telah selesai mengisi BBM.
Di sisi lain, saat memasuki kawasan SPBU, antrean tidak lagi satu jalur dan berubah menjadi dua jalur.
Baca juga: Bawa Pulang Medali Karate dan Silat, Dua Pelajar SMPN 2 Padang Bercita-cita Jadi Atlet Nasional
Sedangkan pada tangki pengisian, kendaraan kiri dan kanan memang terlihat bergantian mengisi BBM.
Hal ini pun dikeluhkan oleh para pengguna jalan, salah satunya sopir truk bernama Reki.
Kata dia, antrean panjang mempengaruhi aktivitasnya dalam bekerja lantaran harus menunggu jatah pengisian dalam waktu cukup lama.
"Saya sudah antre satu jam, pekerjaan menjadi terganggu," kata dia saat turun dari kendaraanya.
Ia menyebut berasal dari Kota Padang dan memang beraktivitas di dalam kota saja. Meski begitu, antrean panjang sangat dikeluhkan pengendara, termasuk dirinya.
"Meski tidak ke luar kota, tapi kan berdampak bagi pengguna kendaraan," tambahnya.
Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Arti Lirik Lagu Minang Batambah Cabiak - Roje Firdaus
Sama halnya, pengendera lainnya bernama Agus (56) mengatakan bahwa ia sering terganggu dalam mengantarkan penumpang.
Pasalnya, sehari-hari ia bekerja membawa angkutan umum antar kota dari Padang dengan tujuan Payakumbuh, maupun sebaliknya.
"Kalau antre sudah satu jam, akibatnya saya sering terlambat mengantarkan penumpang, banyak waktu dihabiskan untuk mengisi BBM," katanya.
Kondisi tersebut ucap Agus, bukan baru pertama kali terjadi, namun sudah berbulan-bulan tanpa solusi yang pasti.
Ia berharap pemerintah bisa mengatasi hal ini, agar para sopir angkutan umum seperti dirinya tak lagi tertunda dalam mengantarkan penumpang.
"Harapan saya tentu mengisi biosolar ini tidak lagi susah, karena hampir setiap hari begini, tidak di sini saja, di tempat lain juga sama," tambahnya. (*)