Aksi Bersih Sungai Musi: Ratu Dewa Turun ke Lumpur Punguti Sampah  dan Luncurkan Gerakan 'Kijaga'
Yandi Triansyah August 22, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Walikota Palembang H Ratu Dewa kembali memimpin langsung aksi nyata kepedulian lingkungan dalam gelaran Aksi Bersih Sungai Musi Jilid 2 yang dipusatkan di kawasan Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Sabtu (22/8/2026).

Aksi gotong royong massal ini diinisiasi oleh Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI) Palembang yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Palembang, melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur mulai dari komunitas peduli lingkungan, mahasiswa, hingga pelajar.

Tanpa menunggu komando, Ratu Dewa yang mengenakan atribut lengkap berupa sarung tangan dan sepatu bot langsung terjun ke tepian Sungai Musi menyusuri area tumpukan sampah yang telah bercampur dengan lumpur di kawasan 10 Ulu.

Sambil melempar senyum khasnya, orang nomor satu di Palembang itu tampak sigap memunguti sampah satu per satu didampingi oleh figur publik lokal, Mang Dayat. 

Suasana cair dan penuh keakraban tercipta ketika Ratu Dewa menemukan sehelai pakaian dalam wanita di antara tumpukan sampah.

"Naaa... ini apa, Mang?" seru Ratu Dewa sambil memperlihatkan temuan tersebut kepada Mang Dayat, yang langsung disambut gelak tawa dan riuh dari para peserta aksi lainnya.

Selain plastik dan limbah rumah tangga, para peserta mendapati banyak sampah tekstil berserakan, seperti pakaian bekas dan kain sarung yang tersangkut di tepian sungai.

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa mengapresiasi tinggi inisiatif luar biasa dari para kreator konten yang tergabung dalam AKKSI. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam membangkitkan kembali budaya gotong royong.

Ajang ini sekaligus menjadi momentum peluncuran gerakan moral bertajuk "Kijaga" (Jaga Sungai, Jaga Masa Depan Palembang).

"Insya Allah, kita harapkan warga Palembang, ayo sama-sama kito jaga Sungai Musi yang saat ini kondisinya sudah begitu dangkal dan tepiannya dipenuhi timbunan sampah," ujar Ratu Dewa di sela-sela kegiatan.

Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya bersih dan rasa tanggung jawab bersama demi kelestarian ikon Kota Palembang ini.

Menurutnya, gerakan pembersihan ini tidak akan berhenti sampai di sini saja, melainkan akan berlanjut ke jilid-jilid berikutnya.

"Aksi yang digagas oleh teman-teman AKKSI ini luar biasa. Ke depan akan ada lagi Jilid 3, Jilid 4, dan seterusnya secara berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu, Mang Dayat yang turut ambil bagian dalam aksi ini mengungkapkan adanya perbedaan karakteristik sampah antara lokasi kegiatan kali ini dengan aksi sebelumnya di kawasan 7 Ulu.

Jika pada aksi bersih sampah tersebut dominan berada di atas pasir tepian sungai, kondisi di kawasan 10 Ulu jauh lebih menantang karena sampah telah tertimbun tebal di dalam lumpur.

"Kalau di 7 Ulu kemarin sampah berada di atas pasir tepian sungai, kalau di 10 Ulu ini sudah tertimbun lumpur dan jumlahnya juga banyak. Jadi kita agak sedikit kewalahan, tapi insya Allah semuanya akan terangkut dan dibersihkan tuntas," tutur Mang Dayat.

Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pegiat media sosial ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai semakin meningkat demi mengembalikan kejayaan dan kebersihan Sungai Musi. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.