TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kebakaran hebat sempat melanda sebuah parit atau drainase di Dusun XV, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (21/8/2026) kemarin.
Api dan asap berkobar hebat hingga nyaris membakar pemukiman warga yang berada di sekitarnya.
Titik api berasal dari parit yang diduga berisikan limbah, maupun minyak dari pabrik yang ada di sekitar.
Akibat kebakaran yang terjadi sejak sore hingga malam, pepohonan yang ada di lokasi hitam terbakar.
Sementara di lokasi masih terlihat cairan hitam bau menyengat seperti campuran minyak, dan oli.
Rudianto, selaku Kepala Dusun 15 Desa Sampali, Percut Seituan, menyebut kebakaran diperkirakan mulai sekitar pukul 18:00 WIB, hingga malam.
Tak lama kemudian pemadam datang memadamkan api yang keluar dari parit berukuran 2 meter, sebelum merembet semakin luas.
"lalu saya lapor di grup kan, Damkar datang. Terakhir udah terpadamkan, orang KIM pun datang,"kata Rudianto, Sabtu (22/8/2026).
Ia juga menyebut kebakaran bukan pertama kali.
Pada 19 Juli lalu, kebakaran serupa juga terjadi di tempat yang sama.
Rudianto, menduga parit yang terbakar selama ini tercemar limbah dari pabrik, dan gudang mobil tak jauh dari lokasi atau Kawasan Industri Medan (KIM).
Sehingga permukaan air parit nyaris ditutupi minyak berwarna hitam pekat diduga limbah.
Bau mirip oli dan minyak semerbak menyengat dari radius 10 meter.
Apalagi drainase hanya tanah yang dikorek, tanpa semen, sehingga limbah lengket dan mengendap.
Pagi tadi, lanjutnya, pihak perusahaan menurunkan alat berat untuk membersihkan limbah.
Pihak dinas lingkungan hidup Pemkab juga sudah datang untuk memeriksa.
Hari Senin mendatang pihak Desa, perusahaan akan membahas lebih lanjut permasalahan tersebut.
"Pas semalam diselidiki ada dua (pabrik). Tapi kan udah ditangani juga sama pabriknya ini, makanya diturunkan alat berat dari perusahaan,"ucapnya.
"Nanti lah hari Senin ada rapat sama pihak desa. Gimana bentuk pertanggungjawaban dari PT-nya,"sambungnya.
*Warga Ngeluh Air Sumur Berminyak dan Sesak Nafas Diduga Tercemar Limbah Oli Pabrik dan Gudang Kendaraan*
Warga sekitar, Nurhasanah (48), mengeluhkan udara sekitar dan sumur air diduga tercemar limbah oli dari pabrik, serta gudang kendaraan di area Dusun XV, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Menurutnya, air sumur yang biasa digunakan untuk memasak, mandi, dan berbagai kebutuhan lainnya berminyak.
Kemudian, udara lingkungan sekitar semerbak menyengat bau khas oli yang diduga sengaja dibuang sembarangan ke drainase.
"Berminyak air, makin parah berminyaknya. Kami pun sampai enggak tahan,"keluhnya.
Warga sekitar khawatir dampak kesehatan mereka apabila permasalahan limbah tidak ditangani dengan benar.
Apalagi mereka juga merasakan sesak nafas karena mencium aroma khas oli sehari-hari.
Untuk mengadu mereka tidak mengetahui bagaimana caranya.
Sedangkan mencegah aroma supaya tak begitu masuk, mereka menutup pintu maupun ventilasi.
"Udah enggak tahan lagi. Bau itu setiap hari, siang, malam. Kayak ginilah, menyengat kali baunya itu, ya."
Suaminya, Rusman menjelaskan selama beberapa tahun aliran drainase lancar karena sering dibersihkan menggunakan alat bet.
Namun beberapa waktu belakangan mulai tersumbat, dan tidak begitu diperhatikan.
Selain berdampak pada kehidupan masyarakat secara langsung, diduga limbah ini mengancam peternak udang di tambak tak jauh dari lokasi.
Peternak pun mulai mengeluhkan tambaknya tak bisa lagi pelihara udang karena gampang mati akibat airnya diduga tercemar.
Mereka berharap perusahaan yang diduga membiarkan limbahnya mencemari lingkungan diberi sanksi.
Dinas lingkungan hidup, maupun aparat penegak hukum diminta bergerak merespon keluhan masyarakat.
"Ini ya orang bagan pun mengeluh, skarang udang-udang pun enggak bisa hidup, karena yang paling rawan udang. Sedikit saja bagannya dia masuk, udang ada minyak sedikit enggak bisa,"ungkapnya.
(Cr25/Tribun-medan.com)