TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran GrabAcademy di Jakarta, yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengemudi ojek online.
Menurut Menteri UMKM, kehadiran GrabAcademy sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat kapasitas diri para mitra pengemudi.
“Pada hakikatnya, setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai Mitra Pengemudi," Katanya pada acara “Peluncuran GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas – Mendorong Mitra Grab Tumbuh dalam Ekosistem UMKM Berkelanjutan”.
Ia mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan Mitra Pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing.
Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha.
Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu.
"Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan, semangat kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang, termasuk Para Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant perlu memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya.
Pihaknya, ingin membuka Peluang Tanpa Batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam.
"Selain itu, Kami akan terus memperkuat ekosistem Grab dan besar harapan kami bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi Pemerintahan agar setiap Mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi masing-masing. Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” katanya.
GrabAcademy hadir sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan mengelola usaha, serta menjajaki peluang penghidupan yang lebih luas di dalam ekosistem Grab.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, dengan lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib.
Sementara itu, GrabAcademy turut mengadakan kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka bagi para Mitra Merchant, Materi pembelajaran mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Setelah pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, kini GrabAcademy diresmikan sebagai wadah “Mitra Naik Kelas” dengan jalur pengembangan yang semakin beragam untuk membantu para mitra meningkatkan keterampilan dan menjajaki peluang baru, di antaranya GrabBike ke GrabCar, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
Melalui rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI, Grab turut mengajak Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, pengguna, pemerintah, komunitas, dan mitra strategis untuk terus bersinergi menciptakan peluang pertumbuhan yang semakin inklusif.
Neneng menambahkan, ke depan, Grab akan terus membuka kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas UMKM, dan mitra strategis untuk memperluas manfaat GrabAcademy.
“GrabAcademy lahir dari aspirasi para mitra yang ingin terus belajar dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang praktis dan relevan agar mereka dapat meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan menjajaki peluang baru sesuai aspirasi masing-masing,” pungkas Neneng.