TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ajang bergengsi Tribun Putih Abu-Abu Futsal Sumsel 2026 siap digelar dengan semangat kompetisi antar pelajar tingkat SMA/SMK se-Sumatera Selatan.
Seri Sumatera Selatan ini menjadi seri kedua setelah kesuksesan seri Solo yang digelar pada 11-18 Agustus 2026 kemarin.
Atmosfer pertandingan dipastikan meriah karena melibatkan dukungan penuh dari siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Gelaran futsal ini akan mempertemukan puluhan tim dari berbagai sekolah yang terbagi dalam kategori putra dan putri.
Selain menjadi ajang unjuk bakat, TPAAF Sumsel 2026 juga diharapkan melahirkan bibit atlet muda potensial yang bisa bersinar di level regional maupun nasional.
Seluruh pertandingan akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube jaringan Tribun se-Indonesia, sehingga penonton dari berbagai daerah dapat menyaksikan aksi seru para pemain muda.
• Hasil Akhir Tribun Putih Abu-Abu Futsal TPAAF 2026 Solo Series Lengkap Daftar Juara dan Top Skor
TPAAF Sumsel 2026 akan digelar di GOR DEMPO Sriwijaya Sport City, Palembang.
Pendaftaran tim untuk TPAAF Sumsel 2026 resmi dibuka.
Segera daftarkan tim terbaik sekolahmu melalui:
www.putihabuabu.id
Jadwal rangkaian TPAAF 2026 dapat dilihat di Instagram resmi tpaaf.solo dan lewat Website resmi TPAAF 2026 putihabuabu.id
Seluruh rangkaian turnamen TPAAF 2026 disiarkan langsung di Youtube Tribunnews.com, Tribun Solo.com dan Youtube seluruh jaringan Tribun se-Indonesia secara gratis.
Berikut linknya:
YouTube Tribunnews.com
YouTube Tribun Pontianak
• Jadwal Lengkap Pertandingan Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 Solo Series dan Link Live Streamingnya!
Sebelumnya, Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menyambut positif inisiatif Tribun Network yang menghadirkan kompetisi pelajar berskala nasional.
Menurutnya, dukungan sektor swasta sangat krusial untuk memperluas jangkauan pencarian bakat, khususnya di luar kota-kota besar dan Pulau Jawa.
“Dengan kompetisi di banyak daerah, jalur yang selama ini terputus bisa terbuka kembali. Ini sangat membantu federasi dalam melakukan talent scouting secara lebih merata,” katanya di Kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Selasa 24 Februari 2026.
Meski demikian, ia menekankan kalau regulasi kompetisi pelajar perlu pendekatan yang adaptif.
Tidak seluruh standar liga profesional dapat diterapkan secara identik di level sekolah, namun prinsip pembinaan tetap harus dijaga.
Katanya, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah format pertandingan.
FFI mendorong agar setiap tim memperoleh jumlah laga yang memadai, bukan sekadar sistem gugur yang membatasi proses evaluasi dan pengembangan.
Sejalan dengan arahan tersebut, TPAAF 2026 dirancang menggunakan fase grup agar setiap peserta mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak.
“Pengembangan olahraga membutuhkan proses. Idealnya kompetisi tidak langsung gugur, sehingga ada ruang evaluasi dan perbaikan,” tegas Michael.
Melalui kolaborasi ini, Tribun Network dan FFI berharap TPAAF 2026 dapat menjadi platform strategis untuk memperkuat ekosistem futsal pelajar, memperluas basis talenta nasional, serta membangun fondasi prestasi futsal Indonesia secara berkelanjutan.
Instagram Tribun Pontianak : DISINI
Facebook Tribun Pontianak : DISINI
TikTok Tribun Pontianak : DISINI
Instagram Tribun EO Pontianak : DISINI
Presented by @TPAAF.Kalbar
(*)