BOLASPORT.COM - Langkah petenis Indonesia Anthony Susanto di turnamen Universal Tennis Rating Pro Tennis Tour (UTR PTT) Men's World Championship 2026 terhenti di semifinal.
Petenis Indonesia itu harus mengakui ketangguhan wakil Amerika Serikat, Alexander Chang, dalam pertarungan tiga set di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Sabtu (22/8/2026).
Anthony Susanto sebenarnya tampil pantang menyerah selama 2 jam 20 menit.
Namun, perjuangannya belum cukup untuk mengantarkan pemain berusia 29 tahun tersebut ke partai puncak turnamen.
Alexander Chang mengawali pertandingan dengan permainan agresif.
Mengandalkan servis dan permainan voli, petenis kidal tersebut langsung memberikan tekanan kepada Anthony.
Anthony mencoba meredam agresivitas lawannya dengan memainkan reli-reli panjang dari garis belakang.
Namun, Chang lebih dulu mendapatkan momentum setelah mematahkan servis Anthony.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga akhir set pertama.
Chang menutup permainan dengan kemenangan 6-4 dalam waktu 50 menit.
Memasuki set kedua, Anthony mulai menemukan ritme permainannya.
Pola reli panjang yang diterapkan pemain yang merupakan adik kandung petenis nasional David Agung Susanto tersebut mulai efektif meredam serangan Chang.
Anthony pun mampu mengontrol permainan dan memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan untuk merebut set kedua dengan skor 6-3.
Kemenangan tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui rubber set.
Namun, Chang kembali menunjukkan kualitasnya pada set penentuan.
Juara UTR PTT 2025 itu konsisten mempertahankan permainan menyerangnya dan mampu mengantisipasi perubahan strategi yang dilakukan Anthony.
Chang akhirnya mengunci kemenangan 6-3 sekaligus memastikan tiket ke final.
Anthony mengaku kecewa karena gagal memanfaatkan sejumlah poin krusial, terutama pada set ketiga.
Meski demikian, ia tetap mengakui kualitas permainan Chang.
"Saya bermain cukup bagus, tetapi gagal memanfaatkan poin-poin krusial, terutama di set ketiga."
"Saya sudah mencoba beberapa perubahan strategi, tetapi lawan mampu mengantisipasinya dengan baik," ujar Anthony.
Dengan hasil tersebut, Chang akan menghadapi wakil Prancis, Matthieu Perchicot, pada final yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan A Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Minggu (23/8/2026).
Perchicot melaju ke final setelah menyingkirkan wakil Amerika Serikat, Azuma Visaya, juga melalui pertarungan tiga set.
Perchicot sempat kehilangan set pertama setelah takluk 3-6.
Namun, petenis Prancis berusia 33 tahun itu bangkit pada set kedua dengan meredam permainan forehand Visaya melalui pukulan topspin yang diarahkan ke garis belakang.
Strategi tersebut efektif dan membawa Perchicot merebut set kedua dengan skor 6-3.
Pada set penentuan, Perchicot tampil semakin dominan.
Pengalaman dan konsistensinya membuat Visaya kesulitan mengembangkan permainan.
Perchicot pun menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan telak 6-0 setelah bertanding selama 2 jam 10 menit.
Final UTR PTT 2026 Bali pun akan mempertemukan dua petenis dengan karakter permainan agresif, yakni Alexander Chang dan Matthieu Perchicot.