Siswa SMPN 17 Kota Jambi Lerai 2 Teman Berkelahi, Malah Ditantang Duel, Kini Meninggal
asto s August 23, 2026 11:04 AM

Awalnya, siswa SMPN 17 Kota Jambi itu melerai dua siswa lain yang berkelahi. Dia lalu malah ditantang duel. Kini AYD meninggal dunia.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Niat seorang pelajar SMP Negeri 17 Kota Jambi, AYD (14), melerai dua rekannya yang sedang berkelahi justru berujung tragis.

Peristiwa terjadi di kawasan perumahan elite Jalan Imam Bonjol, Telanaipura, Kota Jambi, siang hari bolong.

Siswa kelas IX SMPN 17 Kota Jambi tersebut terlibat perkelahian dengan salah satu pelajar yang sebelumnya terlibat duel. 

AYD meninggal dunia setelah kondisinya tiba-tiba memburuk dan mengalami kejang-kejang.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, perkelahian awal melibatkan dua pelajar, Z (14) dan MBP (13), di sekitar kawasan dekat Kantor Partai Demokrat.

Awalnya Melerai

Saat keduanya berkelahi, AYD datang dan berupaya melerai.

Namun, setelah perkelahian tersebut berhasil dipisahkan, AYD justru disebut meminta berduel dengan MBP.

Keduanya kemudian terlibat perkelahian.

Z yang sebelumnya terlibat dalam duel berupaya kembali memisahkan AYD dan MBP.

Setelah perkelahian berhenti, kondisi AYD tiba-tiba memburuk. Dia mengalami kejang-kejang.

AYD kemudian segera dilarikan ke RS Kambang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, berdasarkan keterangan dokter jaga, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Disdik Jambi Bilang Kejadian di Luar Jam Sekolah

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, membenarkan peristiwa yang menimpa AYD

Ia mengatakan kejadian tersebut berlangsung setelah jam sekolah.

"Kejadian di luar jam sekolah. Kami dari Dinas, Kadis, Kabid, Kasi, Kepsek SMPN 17 dan guru, serta Kepsek MTsN Labor sudah melayat ke rumah duka bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Bapak Martua Siregar," ujar Zulafni, Sabtu (22/8/2026).

Zulafni mengatakan jajaran Dinas Pendidikan Kota Jambi turut mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman.

Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, pihaknya bersama warga, guru, dan siswa mengantar korban ke tempat pemakaman.

"Tadi jam 10.00 kami bersama warga, guru dan siswa ikut sampai proses penguburan ananda kita Alfino," katanya.

3 Kasus Kekerasan Pelajar Jadi Catatan

Peristiwa yang menimpa AYD menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Jambi. Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan pelajar tingkat SMP.

Setidaknya tiga kasus menjadi sorotan, yakni pengeroyokan siswa SMP Negeri 5 Kota Jambi, perkelahian siswi SMP Negeri 24 Kota Jambi, serta perkelahian yang melibatkan siswa SMP Negeri 17 Kota Jambi dan seorang siswa MTs hingga menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia.

Zulafni mengatakan rangkaian kejadian tersebut menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan di Kota Jambi.

"Peristiwa ini tentu membawa duka yang mendalam bagi dunia pendidikan di Kota Jambi," ujar Zulafni.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pendidikan Kota Jambi akan memperkuat pendidikan karakter di seluruh sekolah tingkat SMP, baik negeri maupun swasta.

"Kita akan minta satu bulan ini setiap sekolah fokus pendidikan karakter," katanya.

Menurut Zulafni, pendidikan karakter tidak boleh hanya dilakukan saat kegiatan seremonial seperti upacara bendera, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di dalam kelas.

"Kita instruksikan pendidikan karakter ini tidak hanya pada upacara bendera saja, tapi masuk ke dalam kelas," ujarnya.

Dinas Pendidikan Kota Jambi juga berencana memanggil seluruh kepala sekolah tingkat SMP, baik negeri maupun swasta, pada pekan berikutnya.

Pertemuan tersebut akan membahas evaluasi sekaligus langkah bersama untuk memperkuat pendidikan karakter dan mencegah kekerasan antarpelajar.

Pengaruh HP dan Media Sosial

Selain pendidikan karakter, Dinas Pendidikan Kota Jambi juga menyoroti penggunaan telepon seluler (HP) dan media sosial yang dinilai dapat menjadi salah satu pemicu konflik antarpelajar.

Zulafni mengatakan sejumlah konflik antarsiswa dapat bermula dari saling sindir di media sosial, kemudian berkembang menjadi saling menantang melalui media sosial maupun aplikasi perpesanan.

"Media sosial ini pengaruhnya luar biasa," ujar Zulafni.

Menurutnya, persoalan yang bermula di dunia maya dapat berlanjut menjadi konflik di dunia nyata. Bahkan, sejumlah perkelahian pelajar terjadi di luar lingkungan sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Jambi, kata Zulafni, telah menerapkan larangan membawa HP bagi siswa tingkat SD dan SMP.

Namun, pengawasan terhadap aktivitas siswa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Ketika anak berada di rumah dan lingkungan pergaulan, orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi aktivitas serta penggunaan media sosial.

"Kita perlu bersinergi dengan semua pihak, khususnya orang tua murid," katanya.

Ia meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua atau wali murid. Komunikasi yang intensif diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih dini perubahan perilaku, persoalan pergaulan, maupun potensi konflik yang dialami siswa.

"Ke depannya kami juga meminta pihak sekolah untuk dapat berkomunikasi lebih intens dengan wali murid," pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

Baca juga: 6 Agenda Jambi Akhir Agustus 2026, Festival Kuliner s/d Konser Musik

Baca juga: Daftar 6 Buronan Buntut Tawuran Geng Motor di Jambi yang Tewaskan Satu Remaja

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.