TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Malam Puncak Festival Film Bandung (FFB) ke-39 tahun 2026 menjadi panggung apresiasi bagi para insan perfilman tanah air yang terus konsisten berkarya demi menjaga keberlanjutan ekosistem sinema nasional.
Berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima Bandung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, gelaran penyerahan piala tersebut mempertemukan jajaran selebriti, sineas, produser, tokoh sinema, hingga pejabat daerah dan nasional.
Mengusung tema “Sinema Rona Keluarga”, FFB edisi kali ini menyerahkan piala Terpuji berdasarkan hasil kurasi independen terhadap 344 karya sepanjang kurun September 2025 sampai Juni 2026. Rincian karya teramati mencakup 144 judul film nasional, 151 film impor, 26 serial televisi, serta 23 serial web.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menguraikan bahwa keberlanjutan industri perfilman sangat bergantung pada keberadaan para kreator yang menjadi fondasi utama ekosistem tersebut.
“Ekosistem perfilman harus punya satu syarat utama, yaitu pelaku. Tanpa pelaku, ekosistem ini akan ambruk. Percuma kita punya investor, percuma kita punya penonton kalau pelakunya tidak ada,” ujar Farhan dolansir bandung.go.id, 23 Agustus 2026.
Ia menambahkan, deretan piala yang diserahkan malam itu merupakan simbol penghormatan atas capaian karya terbaik. Meski demikian, kepatutan penghargaan tertinggi tetap dialamatkan kepada seluruh insan yang tak henti berkarya di belantika sinema Indonesia.
Farhan turut menilai Bandung memiliki keterikatan sejarah yang panjang dengan riwayat perkembangan film nasional, terbukti dari lahirnya karya fenomenal seperti Lutung Kasarung, Lewat Tengah Malam, hingga Gadis Marathon.
“Film hadir menjadi jendela bagi sebuah bangsa,” katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa film bukan sebatas media penyampai cerita, melainkan wadah perjumpaan lintas cabang seni. Di Bandung, pertumbuhan film berkelindan erat dengan denyut seni rupa, desain, musik, teater, tari, hingga teknologi.
“Di Bandung, film itu nanti keluarnya di ujung. Di tengah-tengahnya dibangun oleh musik, oleh teater, oleh tari,” tutur Farhan.
Pada perhelatan FFB ke-39, panitia menganugerahkan Piala Terpuji untuk 11 kategori Film dan Narafilm Indonesia, 6 kategori Serial Web dan Naraserial Web, serta 2 kategori Serial Televisi dan Naraserial Televisi, di samping penghargaan Film Impor Terpuji dan Anugerah Lifetime Achievement.
Berikut daftar penerima penghargaan Terpuji Festival Film Bandung ke-39 Tahun 2026:
Sebagai pengamat independen yang berkiprah sejak 1987, FFB telah 39 tahun konsisten mengapresiasi sinema Indonesia. Malam Puncak FFB 2026 pun menjadi panggung perayaan karya sekaligus penanda kuatnya peran Kota Bandung dalam peta sejarah film nasional.