Usia 42 Tahun Tak Jadi Penghalang, Fabiano Beltrame Bawa Misi Besar untuk Pemain Muda PSIS Semarang
muh radlis August 23, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengalaman panjang Fabiano Beltrame di sepak bola Indonesia menjadi modal penting bagi PSIS Semarang untuk menghadapi Pegadaian Championship 2025/2026.

Bek naturalisasi berusia 42 tahun itu tak hanya datang untuk bersaing, tetapi juga membawa misi membantu pemain-pemain muda Mahesa Jenar berkembang.

Fabiano bahkan optimistis PSIS mampu bersaing untuk merebut tiket promosi ke kompetisi Superleague.

Target tersebut menjadi tantangan baru bagi pemain yang memasuki tahun ke-21 dalam perjalanan kariernya di sepak bola Tanah Air.

Kehadiran Fabiano juga mempertemukannya kembali dengan pelatih kepala PSIS, Widodo C Putro.

Keduanya pernah bekerja sama ketika memperkuat Persela Lamongan pada 2009.

Fabiano mengaku menikmati hari-hari awalnya bersama PSIS. Ia merasa diterima dengan baik oleh rekan-rekan barunya di skuad Mahesa Jenar.

Baca juga: Gowes 400 Km Semarang-Bandung, B024 Bakal Disambut Komunitas Brompton Kota Kembang

"Selama beberapa hari latihan di sini, mereka menerima saya dengan baik dan selalu menghormati saya," kata Fabiano, Sabtu (22/8/2026).

Bagi Fabiano, hubungan positif di dalam tim menjadi modal penting sebelum kompetisi benar-benar dimulai. Ia berharap kebersamaan tersebut terus berkembang seiring bertambahnya waktu latihan bersama.

"Semakin lama, kami akan semakin kompak. Kami akan saling membantu dan memberikan motivasi. Saya akan membantu mereka, begitu juga mereka akan membantu saya," ungkapnya.

Sikap tersebut memperlihatkan peran yang ingin dijalankan Fabiano. Selain menjadi pemain yang siap bersaing mendapatkan tempat di tim utama, ia juga ingin berbagi pengalaman dengan pemain muda PSIS.

 

Usia 42 Tahun Tak Membuat Fabiano Mundur

Memasuki usia 42 tahun, Fabiano tetap menunjukkan kepercayaan diri untuk bersaing di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Pengalamannya selama lebih dari dua dekade menjadi bekal tersendiri untuk menghadapi persaingan. Ia juga sudah beberapa kali merasakan perjalanan promosi bersama klub-klub Liga 2.

Sebelum bergabung dengan PSIS, Fabiano pernah memperkuat Persis Solo dan PSBS Biak serta membantu keduanya meraih promosi.

Pada musim sebelumnya, ia juga nyaris mengantarkan Barito Putera kembali ke kasta teratas. Barito sempat berada di papan atas sebelum akhirnya turun ke posisi ketiga pada akhir putaran ketiga.

Pengalaman tersebut membuat Fabiano memahami bahwa persaingan menuju promosi tidak bisa dianggap ringan.

Fabiano menyadari perjalanan PSIS menuju Superleague tidak akan mudah. Menurutnya, persaingan di Grup Barat akan berlangsung ketat karena sejumlah klub juga melakukan pembenahan skuad.

"Saya pikir liga akan sulit. Semen Padang sedang membangun tim yang bagus, begitu juga dengan tim-tim lainnya. Semua punya kualitas, apalagi ketika mereka bermain di kandang," kata dia.

Karena itu, PSIS diminta tidak hanya mengandalkan kualitas pemain sendiri. Konsistensi dan kewaspadaan saat menghadapi setiap lawan menjadi faktor penting sepanjang kompetisi.

"Kami harus tetap waspada dan menghormati semua klub. Namun, kami punya target tinggi. Kami harus bermain maksimal, baik saat home maupun away, dan mencari poin sebanyak mungkin," kata dia.

Target tersebut membuat setiap pertandingan menjadi penting. PSIS harus mampu menjaga performa ketika tampil di kandang sekaligus mencuri poin saat menjalani laga tandang.

Fabiano juga memiliki pandangan mengenai formula yang dibutuhkan PSIS jika ingin bertahan di papan atas. Menurutnya, pertahanan yang solid harus berjalan beriringan dengan kemampuan mencetak gol.

"Kalau pertahanan bagus, itu akan menjadi modal. Dari pemain-pemain yang ada di sini, saya yakin kami juga bisa mencetak gol. Itu yang menjadi motivasi kami, baik saat bermain home maupun away.

Meskipun bermain di kandang lawan tentu sulit, kami harus tetap datang dengan target tinggi, selalu berpikir positif, dan berusaha mendapatkan tiga poin," kata Fabiano.

Bagi pemain senior tersebut, mental positif juga menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang sebuah kompetisi. PSIS perlu menjaga fokus, mengumpulkan poin sebanyak mungkin, dan tidak meremehkan lawan jika ingin mengamankan tiket promosi.

Dengan pengalaman 21 tahun di sepak bola Indonesia, Fabiano kini membawa dua peran sekaligus di PSIS: menjadi pemain yang siap memberikan kemampuan terbaik di lapangan sekaligus sosok senior yang dapat menjadi tempat belajar bagi pemain-pemain muda Mahesa Jenar. (arl)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.