Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung lokasi kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Minggu (23/8) dini hari.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Iqbal memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menghanguskan rumah-rumah adat Suku Sasak.
Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Proses pemadaman berlangsung hingga Minggu (23/8) dini hari.
"Yang penting kami pastikan penghuni dulu alhamdulillah dan sekarang terima kasih proses pemadaman hanya satu titik di tengah yang harus dipadamkan. Tadi Kades sudah membuat akses dengan alat berat dan damkar sudah masuk ke tengah memadamkan bagian tengah," jelas Iqbal.
Petugas pemadam kebakaran dibantu aparat dan masyarakat terus berupaya memadamkan api yang masih tersisa di bagian tengah kawasan desa.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Sementara itu, Pemerintah Desa Rembitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.
"Pemerintah Lombok Tengah sudah menyiapkan KDMP untuk tempat pengungsian sementara. Nanti kita duduk bersama dengan Pemkab Lombok Tengah untuk memikirkan proses rekonstruksi dan langkah-langkah selanjutnya," pungkas Iqbal.
Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan warga tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat pengungsian.
Kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan rasa aman juga harus dipastikan terpenuhi.
Sebagai informasi, jumlah rumah di Desa Sade sekitar 150 rumah tradisional.
Setiap rumah dihuni oleh satu kepala keluarga.
Jumlah penduduk berkisar antara 700 hingga 750 jiwa. Luas area desa adat ini sekitar 5,5 hektare.
Akibat kebakaran tersebut, ratusan rumah warga dan kerajinan ludes terbakar.
Program: Tribunnews Update
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso