Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran, Bersyukur Bupati Banyumas Turunkan Tarif Retribusi
rika irawati August 23, 2026 03:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Turunnya tarif retribusi pasar disyukuri pedagang Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sabtu (22/8/2026), mereka menggelar tasyakuran atas kebijakan yang dinilai menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha serta kesejahteraan pedagang kecil.

Tasyakuran ini digelar bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi, serta jajaran pejabat Pemkab Banyumas terkait.

Baca juga: Festival Kentongan Jadi Magnet Wisata, Bupati Sadewo: Budaya Banyumas Tak Boleh Punah

Dalam sambutannya, Kepala DPKUKM Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi menjelaskan, penyesuaian tarif retribusi pasar yang diambil bukan keputusan sepihak dari pemerintah daerah.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil berdasarkan kajian ilmiah dan mendalam dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian riil para pedagang pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas arahan bupati Banyumas agar kondisi ekonomi pedagang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan retribusi.

"Kajian ini kami laksanakan dengan menggandeng pihak perguruan tinggi. Alhamdulillah, hasil kajian teknis tersebut dapat diterima dengan baik dan disepakati seluruh komunitas pedagang di Kabupaten Banyumas," terang Gatot, Minggu (22/6/2026). 

Ia menambahkan, manfaat dari kebijakan penurunan tarif retribusi tersebut dirasakan secara luas oleh 9.423 pedagang yang tersebar di 28 pasar daerah se-Kabupaten Banyumas.

Jadi Etalase Produk Pertanian

Selain melakukan pemotongan tarif retribusi, DPKUKM Banyumas juga memaparkan sejumlah program strategis untuk semakin memperkuat fungsi ekonomi pasar tradisional.

Salah satu fokus utama pemerintah daerah yakni pengembangan program etalase pertanian di 10 pasar daerah.

Program tersebut dirancang agar hasil panen petani lokal dapat langsung diserap dan dipasarkan di dalam daerah.

Pasar Ajibarang menjadi salah satu pasar pelopor dalam pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: Mahasiswa Unsoed Purwokerto Lewat Jalur Mahar Bisa Tetap Kuliah, KPK Ungkap Praktik Sejak 2025

Dengan program ini, pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi antara pedagang dan pembeli, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari rantai penyerapan hasil pertanian lokal.

Di sisi lain, Pemkab Banyumas juga terus memacu perluasan cakupan perlindungan ketenagakerjaan atau Universal Coverage bagi para pedagang.

Kendati realisasinya masih perlu ditingkatkan dari target 4.000 pedagang, komitmen terhadap perlindungan jaminan sosial tersebut tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kekompakan pedagang Pasar Ajibarang.

Menurut Sadewo, kebersamaan antara pedagang menjadi salah satu hal penting untuk menjaga dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

Ia pun mengajak seluruh pedagang menjaga kekompakan dan bersama-sama membangun aktivitas perdagangan yang sehat.

"Yang penting, kita semua tetap kompak, ramai bareng, cari duit bareng, dan tentu cari duit yang halal," pesan Bupati.

Pesan tersebut langsung disambut tepuk tangan para pedagang yang hadir dalam tasyakuran.

Jaga Kebersihan Lingkungan Pasar

Tak hanya persoalan retribusi dan aktivitas perdagangan, Sadewo juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek kebersihan serta pengelolaan lingkungan Pasar Ajibarang.

Ia meminta para pedagang dan pengunjung pasar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tempat usaha.

Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh dibiarkan hingga menumpuk dan akhirnya mengganggu kenyamanan aktivitas jual beli.

Untuk mengatasi persoalan sampah di Pasar Ajibarang, Sadewo mendorong optimalisasi peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

"Mengenai pengelolaan sampah di Pasar Ajibarang, saya dorong agar teman-teman KSM dan komunitas pasar mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan."

"Jangan sampai sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan transaksi jual beli," tegas Sadewo.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, komunitas pedagang, dan masyarakat, Pasar Ajibarang diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat yang nyaman.

Pasar tersebut juga diharapkan mampu menopang kesejahteraan masyarakat Banyumas secara berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.