TRIBUNWOW.COM - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mempertanyakan pemblokiran rekening Bank Mandiri miliknya yang disebut berisi sekitar Rp80 juta.
Botok menyebut dana tersebut merupakan uang pribadi dan donasi dari sejumlah rekannya. Ia menilai pemblokiran rekening tersebut berlebihan jika dikaitkan dengan rencana aksi AMPB di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami pihaknya. Namun, Botok menegaskan kedatangan massa ke Jakarta bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan mengawal aspirasi masyarakat.
Salah satu tuntutan yang akan disuarakan adalah agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan serta mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Terkait dugaan rekeningnya diblokir atas permintaan aparat penegak hukum, Botok menilai tindakan tersebut kurang tepat. Menurutnya, dana sekitar Rp80 juta di rekening tersebut bukan berasal dari hasil korupsi.
Ia juga membandingkan jumlah dana yang ada di rekeningnya dengan sejumlah kasus korupsi yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Baca juga: Ayah Kandung Jadi Tersangka Pembunuhan Anak Disabilitas Umur 11 Tahun di Merauke
Baca juga: Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Riau Pantau Penanganan Karhutla dan Kabut Asap
Botok kemudian mempertanyakan alasan rekeningnya diblokir. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang aneh dan mempertanyakan apakah negara merasa khawatir terhadap gerakan yang mereka lakukan.
Meski demikian, Botok berharap aksi pada 27 Agustus 2026 dapat berlangsung lancar. Ia memastikan warga Pati yang berangkat ke Jakarta telah sepakat mendukung gerakan rekan-rekan di wilayah Jabodetabek dengan cara damai, aman, dan tertib.
Sementara itu, terkait rencana mendatangi Bank Mandiri di Jakarta untuk mempertanyakan pemblokiran rekening, Botok mengatakan belum ada konsolidasi lebih lanjut.
Untuk saat ini, ia menyebut pihaknya lebih memprioritaskan kelancaran perjalanan warga Pati menuju Jakarta sebelum mengikuti agenda aksi.
(Tribun-Video.com/ Rima Anggi Pratiwi)