Daftar Pemenang Srikandi Merdeka Cup 2026: Thailand Juara, Garuda Pertiwi Tunjukkan Mental Juang
Hasiolan Eko P Gultom August 24, 2026 06:30 PM

Daftar Pemenang Srikandi Merdeka Cup 2026: Thailand Juara, Garuda Pertiwi Tunjukkan Mental Juang di Final

TRIBUNNEWS.COM – Timnas Putri U-16 Thailand keluar sebagai juara Srikandi Merdeka Cup setelah menundukkan Indonesia Garuda Pertiwi 1-0 dalam laga final di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8).

Gol tunggal Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak awal.

Thailand mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang sekaligus mengakhiri turnamen dengan trofi juara.

Garuda Pertiwi sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kekuatan sepak bola putri Asia tersebut.

Anak asuh Timo Scheunemann bahkan menunjukkan permainan yang lebih agresif setelah turun minum, tetapi belum mampu memanfaatkan peluang menjadi gol.

Thailand langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Perebutan bola di lini tengah berlangsung intens dan beberapa kali membuat pertahanan Indonesia berada dalam tekanan.

Namun, kapten Garuda Pertiwi Alleana Ayu Arumy tampil sigap di bawah mistar. Ia menggagalkan sejumlah peluang Thailand, termasuk tembakan Phonnapat Phapyai pada menit ke-12.

Organisasi pertahanan Indonesia yang dihuni Jazlyn Kayla Firyal, Raisya Novita Amalia, Febri Arum, dan Shifana Rizka Nadhifa juga beberapa kali berhasil mematahkan serangan Thailand.

Thailand akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-23. Kawinthida yang menjadi kapten tim melepaskan tendangan bebas yang mengarah tajam ke gawang. Bola gagal diantisipasi Alleana dan mengubah skor menjadi 1-0.

Garuda Pertiwi mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, rapatnya pertahanan Thailand membuat Indonesia kesulitan menciptakan peluang bersih hingga babak pertama berakhir.

Selepas jeda, Indonesia tampil lebih agresif. Ayla Dva Khala Ahisma, Nafeeza Ayasha Nori, dan Rengganis Wijanarto berusaha menghidupkan lini tengah sekaligus membuka ruang bagi lini depan.

Thailand tidak tinggal diam. Tim asuhan Thidarat Wiwasukhu beberapa kali mengandalkan transisi cepat untuk kembali menekan pertahanan Indonesia.

Memasuki menit-menit akhir, Garuda Pertiwi terus mencari gol penyama kedudukan. Namun, Thailand mampu mempertahankan organisasi pertahanannya hingga pertandingan berakhir.

Skor 1-0 memastikan Thailand menjadi kampiun Srikandi Merdeka Cup, sedangkan Garuda Pertiwi harus puas sebagai runner-up.

Timo: Mental Pemain Jadi Modal Penting

Meski gagal mengangkat trofi, Timo Scheunemann menilai anak asuhnya telah menunjukkan mental bertanding yang kuat saat menghadapi Thailand.

Menurut Timo, para pemain mampu memberikan perlawanan maksimal meski menghadapi tekanan sepanjang pertandingan. Ia juga mengapresiasi sikap pemain dalam menghadapi banyak pelanggaran selama laga.

“Pemain sudah berjuang. Butuh mental yang luar biasa malam ini, butuh jiwa pejuang, dan itu mereka tunjukkan saat lawan Thailand. Jadi walaupun capek, mereka berjuang, mereka sudah kasih 100 persen. Mentalitasnya luar biasa,” ujar Timo.

Timo juga melihat potensi besar dari para pemain yang tampil di turnamen tersebut. Ia berharap mereka terus berkembang hingga nantinya mampu memperkuat tim nasional senior.

“Saya rasa akan ada banyak pemain yang bisa tembus ke timnas senior asal mereka terus mengembangkan performa dan sikap di dalam maupun di luar lapangan. Saya ingin mereka kalau sudah ke senior bisa jauh lebih baik daripada yang ada sekarang,” katanya.

Penampilan Garuda Pertiwi sepanjang turnamen sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi sepak bola putri Indonesia. Menghadapi lawan-lawan dari kawasan Asia memberikan pengalaman kompetitif yang tidak mudah didapat pada level domestik.

Thailand Siapkan Generasi untuk Level Asia

Di kubu Thailand, pelatih Thidarat Wiwasukhu menyebut keberhasilan meraih gelar menjadi modal penting sebelum menghadapi agenda berikutnya.

Thailand mencatatkan performa impresif sepanjang turnamen dengan torehan 16 gol. Mereka juga membukukan akurasi umpan 83,06 persen dan rata-rata penguasaan bola 62,47 persen.

“Ini adalah turnamen yang bagus dan kami merasa senang bisa bermain dengan tujuh negara lainnya. Tentu kami akan bersiap untuk kualifikasi AFC U-17 yang akan diadakan di Thailand nanti. Kami akan memulai Training Center (TC) bulan depan,” kata pelatih yang akrab disapa Mim tersebut.

Bagi kapten Thailand, Kawinthida Kikuntod, pengalaman bermain di Kudus juga memberikan kesan tersendiri. Selain menjadi penentu kemenangan melalui golnya di final, ia mengapresiasi dukungan penonton sepanjang turnamen.

“Saya ingin berterima kasih kepada penyelenggara. Event ini menjadi turnamen terbaik yang pernah saya ikuti. Saya merasa senang karena banyak penggemar yang hadir untuk mendukung kami di setiap laga,” ujar Kawinthida.

Fondasi Regenerasi Sepak Bola Putri

Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menilai perjalanan Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara di turnamen ini menunjukkan perkembangan positif pemain muda Indonesia.

Menurutnya, keberanian menghadapi negara-negara kuat Asia menjadi pengalaman penting dalam membentuk mental bertanding pemain sejak usia dini.

“Peningkatan kualitas mental terlihat jelas ketika para srikandi muda melangkah ke lapangan tanpa rasa gugup saat bertemu dengan negara-negara raksasa Asia,” ujar Vivin.
Ia menilai program pembinaan berjenjang yang mempertemukan pemain muda dengan lawan internasional dapat memperluas talent pool sepak bola putri nasional.

“Turnamen ini adalah awal, bukan akhir. Saya sangat berharap anak-anak ini tidak cepat puas, terus disiplin berlatih, dan konsisten mengembangkan kemampuan mereka di klub maupun akademi,” katanya.

Hal senada disampaikan Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono. Menurutnya, turnamen internasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan sepak bola putri yang berjenjang, mulai dari kompetisi usia dini hingga level internasional.

Teddy berharap pengalaman yang diperoleh Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara dapat menjadi bekal bagi para pemain untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

“Kami melihat Timnas Indonesia, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Kami harapkan mereka-mereka ini yang nantinya akan menjadi tulang punggung bagi timnas senior putri Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Caffino, Soegiono, berharap pengalaman bertanding melawan tim-tim asing selama turnamen dapat mendorong pemain muda Indonesia terus meningkatkan kemampuan.

“Kami berharap tidak hanya jam terbang yang bertambah, tapi juga kemampuan dan kemauan untuk berkembang sehingga di masa depan mereka dapat membanggakan Indonesia di panggung dunia,” tutur Soegiono.

Dengan berakhirnya Srikandi Merdeka Cup, pembinaan sepak bola putri Indonesia tidak berhenti. Rangkaian kompetisi usia muda akan kembali berlanjut melalui MilkLife Soccer Challenge di sejumlah kota mulai September hingga akhir 2026.

Bagi Garuda Pertiwi, kegagalan menjadi juara di Kudus bukan akhir perjalanan. Final melawan Thailand justru menjadi pengalaman penting bagi generasi muda yang diproyeksikan menjadi bagian dari masa depan Timnas Putri Indonesia.

Berikut daftar lengkap pemenang Srikandi Merdeka Cup 2026:


Champion:  Thailand

Runner-up:  Indonesia (Garuda Pertiwi) 

Third Place:   Malaysia

Best Goal Keeper:  Alleana Ayu Arumy - Indonesia (Garuda Pertiwi)

Best Player:   Kawinthida Kikuntod - Thailand 

Top Scorer:   Lim You - Malaysia (8 Gol)

Team Fair Play: Indonesia (Garuda Pertiwi)


Berikut Jadwal Soccer Challenge Seri 1 2026/2027:


Tangerang dan Semarang  : 1-6 September 2026

Jakarta Timur dan Yogyakarta : 15-20 September 2026

Kudus dan Bekasi   : 13-18 Oktober 2026

Jakarta Utara    : 20-25 Oktober 2026

Bandung dan Surabaya  : 27 Oktober - 1 November 2026

Garut     : 3-8 November 2026

Malang dan Solo   : 10-15 November 2026

Samarinda    :17-22 November 2026

Banjarmasin    :24-29 November 2026

Jayapura    : 1-6 Desember 2026

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.