Bukan Demo, Massa Pati Konsolidasi di Depan DPR RI hingga Terima Bantuan dari Warga Jakarta
Nathanael MoerRahardian August 24, 2026 10:42 PM

- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan tidak menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Senin (24/8/2026).

Kehadiran massa di kawasan DPR RI hari ini hanya untuk berkumpul, berdiskusi, dan melakukan konsolidasi menjelang aksi besar pada Kamis (27/8/2026) mendatang. 

Tim Advokasi AMPB, Vander, menyebut persiapan dilakukan sekaligus untuk membangun komunikasi dengan jejaring solidaritas di sekitar lokasi. 

Tuntutan yang akan dibawa dalam aksi puncak tersebut tetap sama, yakni mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. 

Massa juga menuntut pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku korupsi. 

Di lokasi, sejumlah perwakilan AMPB terlihat berkumpul di trotoar depan Gedung DPR RI. 

Mereka juga menerima bantuan berupa air mineral dan uang tunai dari sejumlah warga sebagai bentuk solidaritas. 

Satu bus yang membawa massa dari Pati turut terparkir di depan DPR RI dengan kondisi kaca depan retak setelah diduga dilempari batu oleh orang tak dikenal dalam perjalanan. 

Untuk kebutuhan tempat bermalam, AMPB telah berkoordinasi dengan jaringan solidaritas di wilayah Jabodetabek. 

Dukungan warga Jakarta dan sekitarnya juga mulai mengalir untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik massa yang akan mengikuti aksi pada 27 Agustus mendatang.

Akibat pelemparan itu, kaca bus dilaporkan pecah hingga tiga orang di dalam bus mengalami luka akibat terkena pecahan kaca.

Insiden tersebut terjadi di sekitar wilayah Karawang dan menyebabkan kaca depan bagian atas bus retak parah.

Koordinator AMPB Teguh Istiyanto mengatakan pelemparan diduga dilakukan oleh dua orang tak dikenal dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO). 

Kedua pelaku disebut mengenakan jaket hoodie saat melempar batu bata berukuran besar ke arah bus. 

"Tadi di KM 54–55 di atas JPO, bus kami dilempar batu bata besar sampai kacanya hancur dan batunya masuk ke dalam. Pelakunya ada dua orang memakai jaket hoodie," ungkap Teguh.

Batu bata tersebut bahkan menembus kaca hingga masuk ke dalam kendaraan.

Rombongan kemudian menepi di Rest Area KM 52 untuk membersihkan serpihan kaca yang berserakan. 

Kaca bus selanjutnya ditangani secara darurat menggunakan lakban agar tidak membahayakan perjalanan.

Beruntung, seluruh penumpang bus selamat dan tidak mengalami luka serius dalam kejadian tersebut. 

Meski mendapat serangan, rombongan AMPB memastikan tetap melanjutkan perjalanan menuju Gedung DPR RI di Senayan untuk menyampaikan aspirasi. 

"Apapun yang terjadi, kami tetap akan melanjutkan perjalanan sampai ke DPR RI. Kami tidak takut. Yang kami takutkan hanyalah jika RUU Perampasan Aset Koruptor dan hukuman mati bagi koruptor tidak disahkan oleh DPR," tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, kembali memimpin rombongan warga Pati bertolak ke Jakarta pada Minggu (23/8/2026) malam. 

Rombongan tersebut menggunakan satu bus berkapasitas 28 kursi yang berangkat dari rumah sekaligus rumah makan milik Botok di Kaliampo, Desa Wangunrejo, Pati. 

Sebelumnya, Botok bersama 11 anggota rombongan telah berangkat ke Jakarta menggunakan mobil pribadi pada Kamis (20/8/2026). 

Mereka tiba di Jakarta pada Jumat (21/8/2026), sebelum kembali ke Pati pada Sabtu (22/8/2026) malam. 

Botok kemudian kembali ke Jakarta untuk menjemput sekitar 20 orang sebagai tambahan massa sekaligus mengikuti agenda aksi di depan Gedung DPR RI. 

AMPB nantinya bergabung dengan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) untuk menyuarakan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor. 

Setibanya di Jakarta, kebutuhan makanan dan minuman rombongan disebut telah disiapkan oleh jaringan relawan dan aktivis setempat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.