- Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur atau NTT kembali bertambah.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan, per Senin (24/8) total korban meninggal dunia mencapai 100 orang.
Suharyanto menjelaskan, korban meninggal yang bertambah adalah orang yang semula mengalami luka berat dan sempat dirawat di fasilitas kesehatan.
"(terkait) Jumlah meninggal, perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat yang dirawat di fasilitas kesehatan ini tidak berhasil diselamatkan, sehingga yang semula di hari pertama, kedua ada 48 meninggal dunia, angka hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," ucapnya dalam keterangan Update Penanganan pasca Gempa Bumi NTT, Senin sore.
Dari total 100 korban yang meninggal tersebut, paling banyak berada di Manggarai, ada 38 jiwa.
Kemudian, 34 korban meninggal di Manggarai Timur.
Lalu di Nagekeo dengan korban 13 jiwa, di Sikka 6 korban, dan 5 jiwa di Ngada.
Kemudian, 3 jiwa di Manggarai, dan 1 jiwa di Manggarai Barat.
Sementara itu, BNPB mencatat korban yang mengalami luka-luka berjumlah 1.603 orang.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperkuat penanganan darurat korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemen PPPA, menyalurkan bantuan sekira 30 ton untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan bantuan itu adalah hasil kolaborasi dengan sejumlah mitra pembangunan.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Kementerian PPPA juga menyiapkan pembentukan Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) di wilayah terdampak gempa.
Pos SAPA nantinya menjadi pusat layanan bagi perempuan dan anak selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.