TRIBUN-MEDAN.COM – Siap-siap ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kawasan Simpang Jodoh dan Pajak Gambir bakal digusur.
Adapun ratusan PKL yang berada di kawasan Simpang Jodoh dan Pajak Gambir bakal digusur dalam waktu dekat.
Hal ini lantaran keberadaan PKL yang memakan bahu jalan semakin banyak dan menggangu pengguna jalan.
Sebelum dilakukan penggusuran terlebih dahulu para pedagang menerima Surat Peringatan (SP).
Informasi yang dihimpun dalam kurun waktu bulan Agustus ini saja sudah 2 teguran dilayangkan Pemerintah Kecamatan.
Isi teguran agar pedagang tidak berjualan diatas parit dan bahu jalan yang mengganggu fasilitas umum.
Kasi Trantib Kecamatan Percut Seituan, Josep Lahagu menuturkan untuk surat peringatan ke 3 sudah mereka siapkan.
Baca juga: Ayah Julia Jadi Tersangka Pembunuhan Anak Disabilitas Usai Sempat Viral Minta Keadilan
"SP 3 sudah kita buat dan tinggal membagikan saja minggu ini.
Dari Simpang Jodoh sampai ke Stasiun Kereta Api ada 50 PKL juga itu dan yang dari jalan Medan Batang Kuis ada 100," ujar Josep Lahagu, Senin (24/8/2028).
Josep mengakui untuk jadwal penertiban sejauh ini belum ditentukan tanggal berapa akan dilakukan.
Namun demikian besar harapan mereka setelah mendapat SP ini para PKL bisa bersedia meninggalkan lokasi sehingga tidak lagi mengganggu arus lalulintas kendaraan di sekitar lokasi.
Lapak yang sudah didirikan bisa dibawa dari lokasi.
"Kita kewenangan nggak ada disitu (memikirkan kemana PKL harus dipindahkan).
Kita pembinaan dan pengawasan.
Kalau untuk tempat (memikirkan tempat berjualan) itu Kabupatenlah," kata Josep.
Untuk penertiban PKL di lokasi ini lanjut Josep sudah menjadi agenda dari Pemerintah Kecamatan.
Baca juga: Kompolnas Sayangkan Polri soal Blokir Rekening Nasabah Aktivis, Kebebasan Berekspresi Dilindungi UU
Untuk saat ini tidak hanya satu titik saja yang fokus untuk dilakukan hal yang sama.
Dalam minggu ini PKL yang ada di kawasan Bandar Setia juga jadi perhatian dan akan ditertibkan.
"Banyak jadwal kita ini dan hari Rabu di Bandar Setia.
Ada 40 PKL juga itu di sana. Kalau mau jualan yang penting jangan makan bahu jalan karena yang buat kemacetan itukan hal-hal seperti itu," katanya.
Kawasan Percut Seituan menjadi salah satu kawasan dengan jumlah kepadatan lalu lintas tertinggi di Deli Serdang.
Khusus di malam minggu kepadatan semakin tinggi.
Kemacetan parah pun kerap kali terjadi lantaran banyaknya PKL yang berjualan di bahu jalan.
(dra/tribun-medan.com)